BERITA1BOGOR.COM – Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor mengenalkan Pasar Gembrong Sukasari kepada siswa Sekolah Dasar High Scope Indonesia Rancamaya melalui kegiatan kunjungan edukatif pada Rabu 29 April 2026. Kegiatan ini bertujuan agar generasi muda dapat mengenal pasar tradisional, termasuk budaya tawar-menawar yang menjadi ciri khasnya.
Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor, Jenal Abidin, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan program PPJ dalam memperkenalkan pasar tradisional kepada generasi mendatang.
“Melalui program ini, kami mengundang anak-anak mulai dari tingkat TK, SD hingga mahasiswa untuk mengenal pasar tradisional. Ini juga menjadi sarana edukasi bahwa pasar tradisional memiliki perbedaan dengan pusat perbelanjaan modern. Di pasar, terdapat interaksi langsung dan seni tawar-menawar yang penting untuk dikenalkan sejak dini,” ujar Jenal.
Ia menambahkan bahwa pasar tradisional kini telah mengalami revitalisasi sehingga menjadi lebih nyaman dan ramah bagi semua kalangan. Pasar Gembrong Sukasari, misalnya, tidak hanya menyediakan kebutuhan pokok, tetapi juga fasilitas pendukung seperti area bermain anak dan tempat bersantai.
“Pasar tradisional saat ini sudah naik kelas. Tidak hanya untuk berbelanja, tetapi juga bisa menjadi destinasi wisata belanja bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Guru IPS dan PPKn SD High Scope Indonesia Rancamaya, Anggita Ayu, menjelaskan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman belajar langsung kepada siswa mengenai konsep kebutuhan dan keinginan, serta proses transaksi jual beli.
“Melalui observasi di pasar, siswa belajar memprioritaskan kebutuhan dibandingkan keinginan. Mereka juga memahami bagaimana interaksi antara penjual dan pembeli berlangsung. Kami membawa 12 siswa dari kelas 2 dan 3, dan sebagian dari mereka bahkan baru pertama kali mengunjungi pasar tradisional,” jelas Anggita.
Ia juga menambahkan bahwa siswa dapat membandingkan sistem harga di pasar tradisional dengan pusat perbelanjaan modern.
“Di pasar, harga bisa ditawar, sedangkan di mal sudah tercantum harga tetap. Ini menjadi pengalaman baru yang memperkaya pemahaman siswa,” tutupnya. (*)





