BERITA1BOGOR.COM – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Fetty Anggraenidini, bersama anggota DPRD Kota Bogor, Desy Yanthi Utami, melakukan kunjungan silaturahmi ke wilayah RT 02/RW 05, Kelurahan Tajur, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Jumat (18/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, keduanya menyerahkan bantuan alat kesehatan (alkes) kepada para kader Posyandu di wilayah Bogor Timur. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung dan memudahkan para kader dalam menjalankan tugas pelayanan kesehatan masyarakat.
Desy Yanthi Utami mengatakan, penyerahan bantuan alkes merupakan bagian dari kegiatan silaturahmi sekaligus dukungan terhadap kader Posyandu yang berada di enam kelurahan di wilayah Bogor Timur.
“Alhamdulillah, hari ini sebetulnya kegiatannya silaturahmi ke wilayah dalam rangka pemberian bantuan alat kesehatan di Bogor Timur untuk enam kelurahan. Dan alhamdulillah juga, hari ini saya bersama Teh Fetty bisa bersama-sama menyerahkan bantuan itu untuk para kader Posyandu,” ujar Desy.
Desy yang juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Wanita Karya (HWK) Kota Bogor menyebutkan, bantuan alkes yang diberikan berupa timbangan digital, meja, kursi, alat pengukur tekanan darah (tensimeter), serta alat untuk pemeriksaan kolesterol.
“Karena kebetulan saya sebagai Ketua HWK Kota Bogor mempunyai program yang memang tahun ini kita fokuskan di kesehatan. Bersama Teh Fetty kita keliling. Selain di Bogor Timur, kita juga sudah menyerahkan alat kesehatan ini di Bogor Tengah,” katanya.
Sementara itu, Fetty Anggraenidini menambahkan, kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi masyarakat.
“Iya, sekaligus menyerap aspirasi. Jadi mana yang bisa diselesaikan di tingkat kota dan provinsi, itu akan sama-sama kita dorong ke dinas terkait,” ujar Fetty.
Menurut Fetty, salah satu aspirasi yang masih banyak disampaikan masyarakat di wilayah Bogor Timur berkaitan dengan perubahan atau kenaikan desil dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Namun, Fetty menjelaskan bahwa masyarakat yang mengalami perubahan data desil dapat melakukan pembaruan data melalui kelurahan maupun secara langsung melalui laman resmi Cek Bansos.
“Tapi kami sudah jelaskan, sudah sosialisasikan terkait adanya perubahan kenaikan desil. Dan itu bisa dilakukan perubahannya (update) di kelurahan atau langsung melalui website Cek Bansos,” jelasnya.
Fetty menambahkan, perubahan desil tidak bersifat permanen apabila masyarakat melakukan pembaruan data sesuai dengan kondisi dan dokumen yang dibutuhkan.
“Jadi untuk melakukan perubahan data desil, masyarakat bisa meng-upload dokumen yang dibutuhkan, kemudian direview. Perubahan itu sekitar tiga bulan. Ini sudah sering saya sampaikan dan sosialisasikan bersama dengan Dinas Sosial kepada masyarakat,” pungkasnya.
(Erk)





