google.com, pub-5346884408791712, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Fetty Anggraenidini Berikan Pendidikan Demokrasi kepada Siswa SMAN 9 Kota Bogor

BERITA1BOGOR.COM – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Golkar, Fetty Anggraenidini, mendorong penguatan pendidikan demokrasi di kalangan generasi muda melalui kegiatan edukasi bagi siswa SMAN 9 Kota Bogor, Jalan Mantarena, Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan itu menjadi langkah untuk menanamkan pemahaman demokrasi, sekaligus mempersiapkan pelajar agar mampu menggunakan hak pilihnya secara bijak dan bertanggung jawab ketika telah memenuhi persyaratan sebagai pemilih.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan materi mengenai pengertian demokrasi, penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan kehidupan bernegara, serta pentingnya menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan yang matang.

Fetty mengatakan, pendidikan demokrasi perlu diperkenalkan sejak dini agar generasi muda tidak hanya memahami demokrasi secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Latar belakang kegiatan ini adalah supaya adik-adik mengetahui apa itu demokrasi. Kami ingin mereka memahami bagaimana demokrasi berjalan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagaimana demokrasi diterapkan di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Fetty, demokrasi tidak terbatas pada pelaksanaan pemilihan umum. Nilai-nilai demokrasi juga dapat dipraktikkan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat melalui proses pengambilan keputusan serta penghargaan terhadap pilihan dan pendapat orang lain.

Di lingkungan sekolah, misalnya, praktik demokrasi dapat dikenalkan melalui pemilihan ketua OSIS. Sementara dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, demokrasi dijalankan melalui berbagai mekanisme pemilihan pemimpin dan wakil rakyat di tingkat lokal hingga nasional.

“Suara mereka akan menentukan masa depan negara ini, mulai dari lingkup terkecil hingga terbesar. Misalnya, di lingkungan sekolah melalui pemilihan OSIS, kemudian di tingkat RT dan RW, pemilihan anggota legislatif, kepala daerah, gubernur, hingga presiden dan wakil presiden,” kata Fetty.

Ia menambahkan, pemahaman mengenai proses demokrasi penting dimiliki pelajar sebelum mereka memasuki usia pemilih. Dengan pengetahuan yang memadai, generasi muda diharapkan mampu mengenali hak dan tanggung jawabnya sebagai warga negara serta tidak menggunakan hak pilih secara sembarangan.

Fetty juga mengingatkan bahwa setiap suara memiliki arti dalam menentukan arah kepemimpinan dan masa depan bangsa. Karena itu, keputusan dalam proses demokrasi perlu didasarkan pada pemahaman, pertimbangan yang rasional, dan rasa tanggung jawab.

“Memang kami menekankan agar hak suara tersebut nantinya dipergunakan dengan sebaik-baiknya, karena satu suara begitu berarti bagi masa depan bangsa dan lingkungan sekitar,” tuturnya.

(Erk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *