BERITA1BOGOR.com — Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindangrasa yang berlokasi di Jalan Dr. H. Soeparman No. 88, Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Bogor Timur, resmi memasuki tahap uji coba operasional pekan depan. Dapur ini merupakan bagian dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di Kota Bogor.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan peresmian yang dilakukan pada Kamis (29/1/2026) menandai kesiapan awal dapur SPPG Sindangrasa sebelum beroperasi penuh. Saat ini, seluruh aspek teknis masih dipastikan dalam kondisi steril, aman, dan sesuai standar.
“Ini baru grand opening. Operasional penuh insyaallah dimulai minggu depan setelah seluruh persiapan dinyatakan aman. Keamanan dan profesionalisme dapur MBG menjadi prioritas utama,” ujar Jenal.
Ia menjelaskan, dapur SPPG Sindangrasa dilengkapi dengan sistem pengawasan CCTV di seluruh ruangan, serta pembagian tugas kru yang ketat. Setiap petugas ditempatkan sesuai perannya dan tidak diperkenankan berpindah area guna menjaga keamanan pangan dan kualitas layanan.
Pada tahap awal, dapur SPPG Sindangrasa akan melayani sekitar 1.000 hingga 1.500 penerima manfaat sebagai masa uji coba operasional. Jumlah tersebut akan ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (juklak-juknis) dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Ketua Yayasan Bhakti Garuda Putra, Iwan Kustiawan, menyampaikan bahwa dari total target 2.500 penerima manfaat, sekitar 2.000 merupakan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA, termasuk sekolah swasta. Sementara 500 lainnya berasal dari kelompok B3, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang dilayani melalui Posyandu.
“Operasional pertama ini sifatnya uji coba. Minggu berikutnya akan kami tingkatkan secara bertahap sesuai evaluasi dan arahan,” kata Iwan.
Dari sisi sumber daya manusia, dapur SPPG Sindangrasa didukung oleh 50 personel, dengan mayoritas berasal dari warga sekitar. Sebanyak 47 orang merupakan relawan lokal, sementara tiga lainnya merupakan tenaga dari BGN yang terdiri dari kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan.
Selain kesiapan operasional, proses pemenuhan sertifikasi juga tengah berjalan, termasuk Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS), pengelolaan IPAL, Sertifikat Laik Operasi (SLO), serta sertifikat halal. Seluruh proses tersebut dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bogor serta dinas terkait.
Pemkot Bogor bersama Puskesmas dan Satgas MBG turut melakukan pengawasan berlapis selama masa uji coba untuk memastikan seluruh proses produksi dan distribusi makanan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Dengan dimulainya uji coba ini, diharapkan dapur SPPG Sindangrasa dapat segera beroperasi optimal dan memberikan kontribusi nyata dalam pemenuhan gizi masyarakat serta mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis di Kota Bogor.
(Erk)






