google.com, pub-5346884408791712, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Jazz Hujan Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kerakyatan Kota Bogor

BERITA1BOGOR.com – Kota Bogor mencatat sejarah baru dengan digelarnya Jazz Hujan, event musik jazz pertama yang diinisiasi sebagai agenda ikonik tahunan kota hujan.

Tak hanya sekadar pertunjukan musik, Jazz Hujan hadir sebagai ruang kolaborasi yang memberi dampak nyata bagi ekonomi kerakyatan dan ekosistem kreatif Kota Bogor.

Ketua Pelaksana sekaligus Promotor Jazz Hujan, Dinna Fajrina, menyampaikan bahwa Jazz Hujan lahir dari inisiasi Wali Kota Bogor Dedie Rachim dan Ketua TP PKK Kota Bogor Yantie Rachim, dengan tujuan membangun wadah berkelanjutan bagi musisi lokal sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

“Jazz Hujan ini kami rancang bukan hanya sebagai konser musik, tapi sebagai ruang tumbuh bersama. Musisi lokal, pelaku UMKM, pelaku bisnis, hingga sektor perhotelan dan kuliner, semuanya kami harapkan bisa merasakan dampaknya,” ujar Dinna.

Antusiasme publik terhadap Jazz Hujan terbukti dari penjualan tiket yang sold out sejak tiga minggu sebelum acara, dengan total 146 penonton sesuai konsep intimate yang diusung. Menariknya, sekitar 30 persen penonton berasal dari luar Kota Bogor, seperti Jakarta, Tangerang, Surabaya, bahkan Singapura.

Kehadiran penonton dari luar daerah ini jelas memberikan efek bagi ekonomi lokal. Dijelaskan Dinna, para pengunjung itu juga tidak hanya menikmati konser, tetapi juga berkontribusi langsung pada sektor kuliner, perhotelan, transportasi, dan UMKM di Kota Bogor.

“Mereka datang ke Bogor, berwisata kuliner, menginap di hotel, dan berinteraksi dengan pelaku ekonomi lokal. Ini yang kami maksud sebagai penguatan ekonomi kerakyatan,” jelas Dinna.

Puncak Jazz Hujan, sambung Dinna, akan digelar Sabtu 31 Januari 2026 (malam ini), di Fullbelly Eat, dengan menghadirkan jajaran musisi lintas generasi yang merepresentasikan kekayaan jazz Indonesia, antara lain Indra Lesmana, Eva Celia, Chandra Darusman, Rafli Pradanto, Camone Sun, Agung Zulhen Trio, Infinty, Aira, serta Serella Dance.

“Konsep intimate experience menjadi ciri khas Jazz Hujan, menciptakan dialog musikal yang hangat dan dekat antara musisi dan penonton. Ke depan, penyelenggara membuka peluang pengembangan konsep agar dapat menjangkau audiens yang lebih luas,” kata Dinna.

“Insyaallah tahun depan kami ingin memperluas skala, bahkan sangat memungkinkan dilakukan secara outdoor. Tetap dengan ruh Jazz Hujan mungkin nanti nonton sambil pakai jas hujan,” tambahnya.

Jazz Hujan juga diharapkan menjadi rumah bagi musisi jazz lokal Bogor, mengingat besarnya potensi dan talenta jazz di kota ini yang selama ini belum memiliki panggung besar yang berkelanjutan.

“Dengan semangat kolaborasi, kreativitas, dan keberpihakan pada ekonomi rakyat, Jazz Hujan menegaskan diri sebagai lebih dari sekadar konser melainkan gerakan budaya dan ekonomi yang tumbuh dari Bogor untuk Indonesia,” pungkas Dinna.

(Erk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *