BERITA1BOGOR.com – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi kerakyatan melalui penyerahan ayam petelur kepada Forum Komunikasi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (FKLPM) Kecamatan Bogor Utara. Inisiatif ini menjadi langkah awal untuk membuka peluang usaha warga sekaligus mendukung kebutuhan pasokan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam silaturahmi bersama Camat Bogor Utara dan para Ketua LPM, Jenal menyampaikan bahwa keberadaan Dapur MBG membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar dan berkelanjutan, seperti telur, ayam, buah, dan susu. Kondisi tersebut dinilainya sebagai peluang nyata bagi masyarakat untuk terlibat langsung sebagai pemasok kebutuhan pangan bergizi.
Sebagai tahap percontohan, masing-masing Ketua LPM menerima 10 ekor ayam petelur dengan total 100 ekor ayam yang disiapkan. Program ini menjadi sarana pembelajaran bersama untuk mengetahui siklus produksi dan potensi hasil telur harian sebelum dikembangkan dalam skala lebih luas.
“Ini masih tahap awal dan bersifat pemicu. Kita ingin belajar dulu bersama LPM, setelah itu baru dikembangkan dengan melibatkan masyarakat, khususnya pemuda-pemudi yang belum bekerja, agar bisa mengelola kandang ayam di wilayahnya masing-masing,” ujar Jenal.
Ke depan, hasil produksi telur dari masyarakat akan disalurkan langsung ke Dapur MBG melalui Koperasi Merah Putih. Skema ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, mengurangi pengangguran, serta mendorong perputaran ekonomi di tingkat kelurahan.
Jenal menegaskan bahwa program ini dilaksanakan secara mandiri di luar APBD (non-APBD) dan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Ia berharap langkah awal ini dapat direspons oleh perangkat daerah dan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Dampaknya sangat luas, mulai dari pengurangan pengangguran, ekonomi yang berputar di masyarakat, hingga kemandirian dalam penyediaan pangan bergizi. Masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi terlibat langsung,” katanya.
Ia berharap ke depan masyarakat di setiap kelurahan, bahkan di setiap dapur MBG di Kota Bogor, dapat berperan sebagai pemasok telur. “Saya bukan peternak, tetapi ingin menjadi bagian dari perubahan. Semoga ikhtiar ini berjalan lancar dan memberi manfaat bagi pertumbuhan ekonomi Bogor,” pungkas Jenal.






