BERITA1BOGOR – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor menegaskan pentingnya koordinasi antara pelaksana proyek infrastruktur dengan pihak pengelola utilitas kota, menyusul terjadinya kebocoran pipa air di sepanjang Jalan Tirto Adhi Soerjo, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Kebocoran pipa yang terjadi pada Jumat, 24 Oktober 2025, diduga disebabkan oleh aktivitas pekerjaan proyek pembangunan saluran drainase yang dilakukan kontraktor tanpa adanya koordinasi dengan Tirta Pakuan. Akibat insiden ini, pasokan air ke sejumlah pelanggan di sekitar lokasi proyek sempat terganggu.
Manager NRW & Transmisi Distribusi Perumda Tirta Pakuan, Nasrul Zahar, membenarkan adanya kebocoran tersebut dan menekankan pentingnya kerja sama antara kontraktor dan pihak utilitas.
“Pekerjaan proyek sering bersinggungan dengan jaringan bawah tanah, termasuk jaringan air. Karena itu, kami berharap kontraktor dapat berkoordinasi terlebih dahulu dengan Tirta Pakuan sebelum melakukan pengerjaan di lapangan,” ujar Nasrul.
Menurut Nasrul, pelaporan cepat sangat diperlukan agar kebocoran bisa segera ditangani dan tidak mengganggu pelayanan air bersih kepada masyarakat.
“Jika terjadi kebocoran, sebaiknya segera dilaporkan kepada kami. Jangan diperbaiki sendiri dengan cara sementara. Penanganan yang tidak tepat bisa menyebabkan gangguan distribusi air dalam jangka panjang,” jelasnya.
Nasrul menambahkan, untuk kerusakan besar yang menyebabkan kehilangan air dalam jumlah signifikan, biaya perbaikan akan ditagihkan kepada pihak kontraktor.
Sebagai langkah penanganan, Tirta Pakuan telah melakukan penggantian pipa sepanjang sekitar 70 meter di ruas Jalan Tirto Adhi Soerjo, dari pipa berdiameter setengah inci menjadi tiga per empat inci. Pipa sementara dipasang di atas permukaan hingga seluruh pekerjaan utilitas lain di lokasi selesai, sebelum nantinya ditanam kembali.
Sementara itu, pelaksana proyek drainase, Iwan P, mengaku tidak mengetahui bahwa kegiatan anak buahnya menyebabkan kebocoran pipa air.
Ia menyebut pekerjaan sempat dihentikan karena kendala teknis dan baru dilanjutkan keesokan harinya.
Untuk memenuhi kebutuhan, Tirta Pakuan telah mengirimkan mobil tangki air untuk warga dan rumah ibadah di sekitar lokasi yang terdampak gangguan pasokan air.
Perumda Tirta Pakuan juga mengimbau seluruh pihak pelaksana proyek di wilayah Kota Bogor untuk selalu melakukan koordinasi sebelum melakukan pekerjaan galian, guna mencegah kerusakan jaringan utilitas dan menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih bagi masyarakat.
(Erk)






