google.com, pub-5346884408791712, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dinkes Kota Bogor Gelar CKG untuk Wartawan, Target Cakupan Kesehatan 2026 Capai 46%

BERITA1BOGOR.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor menggelar layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi awak media yang bertugas di Kota Bogor. Kegiatan ini dilaksanakan dalam agenda Jumat Sehat di Markas Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor, Kecamatan Tanah Sareal, Jumat (10/7/2026).

Kepala Dinkes Kota Bogor Erna Nuraena mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesehatan insan pers yang memiliki mobilitas dan ritme kerja tinggi.

“Ritme kerja teman-teman wartawan luar biasa, jadi harus dipastikan semuanya dalam kondisi sehat. Kami fasilitasi cek kesehatan gratis hari ini, dan insyaallah ke depannya akan kami adakan rutin setiap enam bulan sekali,” ujar Erna.

Selain pemeriksaan kesehatan, Dinkes Kota Bogor juga menyerahkan bantuan tabung oksigen untuk ambulans gratis milik PWI Kota Bogor.

Herman Indrabudi menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dengan Dinkes. Menurutnya, perhatian terhadap kesehatan wartawan sangat penting mengingat padatnya aktivitas peliputan setiap hari.

“Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Kadinkes dan jajaran. Kolaborasi ini sangat berharga bagi kami. Bantuan tabung oksigen untuk ambulans PWI hari ini sangat berarti untuk memperkuat layanan sosial kami bagi warga Kota Bogor,” kata Herman.

Ia berharap sinergi antara organisasi pers dan Dinkes terus berlanjut, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan wartawan, tetapi juga masyarakat melalui layanan ambulans gratis PWI.

Dalam kesempatan tersebut, Erna juga memaparkan perkembangan program CKG di Kota Bogor. Ia menyebut capaian program tersebut saat ini menjadi yang tertinggi di Provinsi Jawa Barat.

Pada 2025, program CKG menjangkau hampir 530 ribu penduduk atau sekitar 49 persen dari total target, melampaui target awal 36 persen.

Untuk 2026, Pemkot Bogor menargetkan cakupan pemeriksaan kesehatan mencapai 46 persen. Hingga awal Juli 2026, realisasinya sudah mencapai 39 persen.

“Target kita 46 persen dan posisi capaian saat ini sudah di angka 39 persen. Kami terus gencarkan ini ke seluruh lapisan masyarakat, komunitas, hingga instansi,” jelasnya.

Berdasarkan hasil skrining, 3 penyakit tidak menular yang paling banyak ditemukan di Kota Bogor adalah hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas.

Erna menyebut sekitar 90 persen penyebabnya dipicu gaya hidup kurang sehat, seperti minim aktivitas fisik, rendah konsumsi buah dan sayur, serta kebiasaan merokok.

Dinkes juga mengingatkan masyarakat mewaspadai dampak cuaca panas ekstrem dan meningkatnya debu akibat proyek pembangunan yang berpotensi memicu ISPA, dehidrasi, hingga heat stroke.

“Masyarakat diimbau memenuhi kebutuhan cairan minimal delapan gelas air putih per hari dan menggunakan masker saat batuk atau flu agar tidak menularkan penyakit,” imbaunya.

Untuk meningkatkan akses layanan, Dinkes terus mengoptimalkan Puskesmas 24 Jam yang kini tersedia di 6 lokasi yakni Puskesmas Bogor Tengah, Bogor Timur, Tanah Sareal, Pasir Mulya, Cipaku, dan 1 puskesmas lainnya masih tahap persiapan.

“Layanan 24 jam ini untuk mengurangi kasus false emergency di rumah sakit dan mendekatkan akses. Jika warga punya masalah kesehatan di luar jam operasional, silakan ke Puskesmas 24 jam terdekat,” pungkas Erna.

(Erk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *