google.com, pub-5346884408791712, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Yayasan Kampoong Ecopreneur Hadirkan Pendidikan Bisnis Gratis bagi Calon Santri

BERITA1BOGOR.COM – Yayasan Kampoong Ecopreneur membuka pendaftaran Program Santri Ecopreneur, sebuah program pendidikan bisnis gratis bagi anak muda dan calon santri yang ingin menjadi pengusaha berbasis lingkungan (ecopreneur). Hingga saat ini, lebih dari 100 peserta telah mendaftarkan diri untuk mengikuti program tersebut.

Pendiri Kampoong Ecopreneur, Jamil Azzaini, mengatakan program ini lahir sebagai upaya menjawab tiga tantangan besar yang dihadapi Indonesia, yaitu kerusakan lingkungan, lemahnya perekonomian desa, dan meningkatnya persoalan kesehatan mental.

“Dalam 15 tahun terakhir Indonesia kehilangan sekitar 18 juta hektare hutan. Di sisi lain, banyak desa yang memiliki potensi sumber daya alam, tetapi belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Selain itu, persoalan kesehatan mental juga menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian,” ujar Jamil.

Sebagai bentuk solusi, Kampoong Ecopreneur membangun pusat pendidikan dan pemberdayaan di atas tanah wakaf seluas 1,7 hektare di Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Pusat pembelajaran ini dirancang untuk melahirkan ecopreneur yang mampu mengembangkan usaha berkelanjutan sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Salah satu program unggulannya adalah One Family One Ecopreneur, sebuah gerakan yang menargetkan lahirnya sedikitnya satu pengusaha berbasis lingkungan dari setiap keluarga. Program ini tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga pendampingan bisnis agar masyarakat mampu mengembangkan usaha sesuai potensi desa masing-masing.

Di Desa Sadeng Kolot, Kecamatan Leuwisadeng, misalnya, Kampoong Ecopreneur bekerja sama dengan para petani untuk mengembangkan budidaya ubi. Para petani mendapatkan pendampingan mulai dari proses budidaya hingga pemasaran dengan target menembus pasar ekspor.

“Kami mendampingi petani agar hasil panennya dapat diekspor ke Singapura dan Malaysia. Pada Agustus ini, kami mulai menggarap lahan seluas 1,5 hektare,” kata Jamil.

Program pemberdayaan tersebut didukung oleh DT Peduli dan Center for Islamic Business and Economic Studies (CIBEST) IPB University. Penggagas CIBEST IPB, Irfan Syauqi Beik, berharap program ini mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual mereka.

“Harapannya, para petani dapat menjadi pribadi yang sejahtera secara material sekaligus kuat secara spiritual,” ujarnya.

Dalam Program Santri Ecopreneur, peserta akan mendapatkan pembinaan keislaman, pelatihan bisnis, serta pendampingan dari para praktisi berpengalaman. Para mentor di antaranya Jamil Azzaini, Atok Aryanto (mantan praktisi Astra Group), Burhan Sholihin (mantan jurnalis Tempo dan salah satu pendiri Hara Chicken), serta para trainer dan coach profesional Kampoong Ecopreneur.

Program ini dirancang agar para santri tidak hanya memiliki pemahaman Al-Qur’an yang baik, tetapi juga mampu membangun usaha yang mandiri, berdampak, dan berkelanjutan.

Pendaftaran Program Santri Ecopreneur dibuka hingga 20 Agustus 2026. Pengumuman seleksi administrasi akan dilakukan pada 25 Agustus 2026, dilanjutkan kelas daring selama September–Oktober, seleksi wawancara pada 25–30 Oktober, dan kelas tatap muka pada November 2026.

“Kami ingin Al-Qur’an berjalan, bisnis berjalan, spiritual meningkat, dan kesejahteraan juga bertumbuh. Harapannya, para peserta menjadi ecopreneur sukses mulia yang kaya secara spiritual sekaligus material,” tutup Jamil.

(Erk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *