google.com, pub-5346884408791712, DIRECT, f08c47fec0942fa0

FMP 2026 Resmi Ditutup, Dedie Rachim Apresiasi Semangat Kebersamaan Warga Bogor

BERITA1BOGOR.COM – Teatrikal yang mengisahkan perjuangan Jenderal Besar Sudirman yang digelar di Shelter Skadron 6, Lanud Atang Sendjaja, Bogor resmi menutup rangkaian Festival Merah Putih (FMP) ke-11 Tahun 2026.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia serta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan FMP 2026.

“Apresiasi dan terima kasih untuk kerja keras panitia selama satu bulan serta persiapan yang cukup lama. Persiapan yang dilakukan mampu menampilkan ragam kegiatan dan atraksi yang bisa dibilang sempurna,” kata Dedie Rachim, Minggu (30/8/2026).

Dedie Rachim yang sebelumnya melaksanakan kunjungan ke sejumlah daerah di Indonesia menyampaikan bahwa perayaan kemerdekaan di Kota Bogor dinilai lebih meriah dengan tampilan bendera Merah Putih yang begitu masif hampir di setiap sudut Kota Bogor.

Selain itu, kirab Merah Putih raksasa yang digelar juga mulai ditiru oleh sejumlah daerah lain, ditambah dengan berbagai rangkaian kegiatan FMP lainnya.

“Keguyuban yang ada di Kota Bogor berbeda dengan wilayah lain, karena lahir dari kebersamaan yang tulus dari lubuk hati. Dorongan Bogor Sahabat, para inohong serta semua pihak yang berkontribusi, para alumni komandan yang pernah bertugas di Kota Bogor, senantiasa menjaga silaturahmi, terus merawat dan menjaga kebersamaan jangan sampai terputus. Ini tugas berat kita yang nantinya akan diteruskan generasi muda, harapan saya agar lebih banyak generasi muda yang dilibatkan,” ucap Dedie Rachim.

Menurutnya, pondasi kebersamaan yang telah diletakkan para senior menjadi modalitas ke depan untuk melibatkan lebih banyak generasi muda dalam pelaksanaan FMP sejak awal.

Hal tersebut, kata Dedie Rachim, sesuai dengan motto Kota Bogor Di Nu Kiwari Ngancik Nu Bihari, Seja Ayeuna Sampeureun Jaga.

“Ini yang harus betul-betul kita jiwai. Orang Kota Bogor harus bisa membuat regenerasi atau kader dari anak muda untuk mau terlibat,” katanya.

Ia menambahkan, secara garis besar pelaksanaan berbagai event di Kota Bogor selalu memberikan dampak, baik secara langsung maupun tidak langsung, termasuk terhadap perputaran ekonomi daerah.

Hal itu juga dirasakan melalui pelaksanaan FMP 2026 yang dinilai memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi.

“Kalau dilihat secara sepintas pada Agustus 2026, ada peningkatan okupansi hotel dan peningkatan pendapatan restoran, kafe, dan hiburan lainnya,” ujar Dedie Rachim.

Menurutnya, semakin banyak kegiatan yang dilaksanakan di Kota Bogor akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan daerah.

“Hasil dari wawancara ada yang datang dari Jakarta, Bandung, Cianjur, Sukabumi bahkan dari Sumatera hingga Kalimantan, datang secara khusus mengikuti penaikan dan penurunan bendera Merah Putih di Tugu Kujang,” jelas Dedie Rachim.

Sementara itu, Komandan Lanud Atang Sendjaja, Marsma TNI Andy F. Picaulima, menilai FMP ke-11 Tahun 2026 melengkapi pelaksanaan FMP pada tahun-tahun sebelumnya.

Kolaborasi seluruh pihak, kata dia, diharapkan dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas FMP, sehingga semakin berkembang pada tahun-tahun mendatang.

“Urusan cinta tanah air tidak hanya urusan TNI Polri, tetapi masyarakat semua. Dukungan yang diberikan membuat saya terharu, hal yang perlu diingatkan adalah saya akan menjadi pionir FMP di lingkungan saya,” kata Danlanud ATS.

Ketua FMP 2026, Syahril M. Said, menyatakan kesuksesan pelaksanaan FMP Tahun 2026 menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong di Kota Bogor terus menyala dan menjadi teladan.

“Rangkaian FMP boleh berakhir, tetapi bendera akan tetap berkibar dan semangat persatuan tidak boleh runtuh dan terus menyala,” pungkas Syahril M. Said.

(Erk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *