google.com, pub-5346884408791712, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Diarpus Kota Bogor Gandeng Media Perluas Informasi Layanan Literasi dan Kearsipan

BERITA1BOGOR.COM – Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kota Bogor memperkuat kolaborasi dengan insan pers untuk memperluas informasi sekaligus meningkatkan pemanfaatan layanan perpustakaan dan kearsipan oleh masyarakat.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan bertema “Sinergi, Literasi, dan Apresiasi: Bersama Media Menguatkan Perpustakaan dan Kearsipan” yang digelar di Auditorium Bima Arya, Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor, Senin (28/9/2026).

Kegiatan yang melibatkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus sosialisasi berbagai program dan layanan Diarpus Kota Bogor kepada media.

Kepala Diarpus Kota Bogor, Taufik, mengatakan peran media penting dalam membantu memperkenalkan berbagai fasilitas dan program literasi yang tersedia, sehingga semakin banyak masyarakat mengetahui dan memanfaatkannya.

“Kami sangat berterima kasih difasilitasi oleh Diskominfo. Kami ingin teman-teman media ikut menginformasikan program-program perpustakaan agar semakin dikenal dan dimanfaatkan masyarakat,” ujar Taufik.

Saat ini, Perpustakaan Kota Bogor mengelola sekitar 80.862 eksemplar buku dengan belasan ribu judul. Untuk memberikan akses yang lebih luas, layanan perpustakaan juga didukung dengan berbagai fasilitas dan program berbasis digital.

Diarpus Kota Bogor mengoperasikan tiga armada perpustakaan keliling yang menjangkau 220 Sekolah Dasar (SD) di seluruh Kota Bogor. Selain itu, tersedia lima titik baca digital di ruang publik, termasuk di kawasan Taman Sempur.

Berbagai program literasi juga terus dikembangkan, di antaranya Pemilihan Duta Baca dan pelatihan mendongeng bagi tenaga pengajar sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya literasi anak sejak dini.

Di bidang kearsipan, Diarpus Kota Bogor tidak hanya mengelola arsip kedinasan, tetapi juga menjaga arsip statis yang memiliki nilai sejarah, termasuk rekam jejak kepemimpinan daerah dari masa ke masa.

Pengelolaan arsip tersebut dilakukan dengan standar penyimpanan khusus untuk menjaga kondisi fisik dokumen. Diarpus juga tengah mempercepat digitalisasi sistem surat-menyurat di seluruh Perangkat Daerah (PD) Kota Bogor serta menyediakan Depo Arsip dengan kapasitas hingga 100 ribu dokumen.

Selain memperluas akses informasi, Diarpus Kota Bogor juga membuka fasilitas gedung perpustakaan untuk dimanfaatkan masyarakat, komunitas, maupun insan pers. Auditorium dengan kapasitas sekitar 80 hingga 100 orang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan selama jadwal tersedia dan tidak berbenturan dengan agenda lainnya.

“Kami terbuka, silakan gedung ini dimanfaatkan. Selama jadwal tidak bentrok, bisa digunakan untuk diskusi, pertemuan mitra kerja, maupun kegiatan komunitas,” kata Taufik.

Melalui penguatan kemitraan dengan PWI Kota Bogor dan insan pers, Diarpus Kota Bogor mendorong agar informasi mengenai layanan perpustakaan, program literasi, serta pengelolaan kearsipan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Kolaborasi tersebut diharapkan turut meningkatkan pemanfaatan fasilitas perpustakaan sekaligus memperkuat keterbukaan informasi mengenai sejarah dan tata kelola kearsipan di Kota Bogor.

(Erk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *