google.com, pub-5346884408791712, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Sengketa Lahan Palm Boko Memanas, Tetangga Prabowo Laporkan Sentul City ke Polda Jabar

BERITA1BOGOR.COM – Kuasa hukum pemilik kawasan Palm Boko, Bojong Koneng, Damai Hari Lubis (DHL), resmi melaporkan PT Sentul City Tbk ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat.

Laporan tersebut merupakan buntut dari dugaan penyerobotan lahan milik kliennya, Ozzy Sudiro, di Blok 025, Kampung Cikeas, RT 02/RW 10, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Menurut DHL, aktivitas alat berat yang disebut berada di lokasi atas perintah PT Sentul City telah berlangsung sejak Kamis (17/9/2026) hingga pekan ini.

“Sebagai warga negara yang taat hukum, pelaporan polisi telah kami tempuh di Ditreskrimum Kepolisian Daerah Jawa Barat. Jadi, beradu bukti nanti di pengadilan, bukan di meja tim legal Sentul City,” kata DHL, Selasa (29/9/2026).

Pelaporan tersebut juga melibatkan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Sentul (FORMAS). Mereka meminta aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan menyeluruh terkait dugaan penyerobotan lahan dan ancaman yang menurut mereka terjadi selama konflik lahan berlangsung.

“Jadi pelaporannya soal adanya upaya pemerasan disertai ancaman dan penyerobotan atau perusakan lahan milik masyarakat,” ujar DHL.

Sementara itu, kuasa pengelolaan lahan Palm Boko, Pepen Efendi, mengatakan laporan dugaan tindak pidana pemerasan dan perusakan lahan yang selama ini diamanatkan kepadanya telah diterima jajaran Ditreskrimum Polda Jawa Barat.

Pepen menyebut laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/1765/IX/2026/SPKT/Polda Jabar, tertanggal 19 September 2026. Menurut dia, laporan tersebut telah ditindaklanjuti dengan diterbitkannya Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) Nomor 1375.

“Pada 30 September ini saya akan sertakan semua bukti-bukti berkaitan dengan perkara tersebut kepada jajaran Ditreskrimum Polda Jabar,” ungkap Pepen.

Ozzy Sudiro menambahkan, sejak persoalan lahan miliknya mencuat dan mendapat sorotan media, banyak warga lain yang menjadi korban Sentul City angkat bicara dan siap berjuang.

“Banyak yang kemudian menyampaikan fakta-fakta yang terjadi kepada kami. Jadi pola mereka itu seperti memeras masyarakat. Kalau tidak membayar, ya buldoser yang turun,” kata Ozzy.

Ozzy Sudiro juga menolak ajakan tim legal Sentul City yang memintanya datang ke kantor. Menurutnya, Sentul City menempatkan diri mereka sebagai penguasa dan penindas.

“Mereka pikir mereka siapa, datang tak diundang, main serobot dan merusak lahan milik orang lain, lalu seenaknya suruh kami datang menghadap. Ini ciri Feodal yang arogansi menindas dan merendahkan martabat masyarakat. Irooninya, Sentul City menggunakan segala cara dengan melibat oknum, mulai dari tokoh, aparat hingga perangkat desa yang bermental jongos untuk mengadu domba kepada masyarakat,” tandasnya.

Sebelumnya, PT Sentul City dalam siaran pers tim legal kepada sejumlah media yang telah dikontrak kerjasama menyebutkan, siap membuka ruang dialog dan melakukan pencocokan data bersama pihak yang merasa keberatan.

Sentul City juga menyatakan memiliki basis data aset serta dokumen terkait kepemilikan dan riwayat penguasaan lahan yang menjadi dasar aktivitas di lokasi tersebut.

Tim Legal PT Sentul City Tbk, Farhan, mengatakan perusahaan terbuka untuk melakukan verifikasi bersama dengan warga maupun kuasa hukumnya.

“Kami sangat terbuka kepada Saudara Ozzy maupun kuasa hukumnya untuk duduk bersama, berkomunikasi, dan berdiskusi secara konstruktif. Perusahaan memiliki basis data dan kelengkapan berkas atas dasar penyelesaian yang sah sejak lama,” ujar Farhan dalam keterangannya, Jumat (18/09/2026).

Menurut Farhan, pencocokan dokumen secara langsung diperlukan agar persoalan dapat dilihat berdasarkan data dan fakta hukum yang dimiliki masing-masing pihak.

Ia mengimbau seluruh pihak mengedepankan iktikad baik serta menempuh proses klarifikasi melalui mekanisme yang terbuka.

“Tidak perlu ragu, tinggal datang saja kepada kami untuk saling kroscek data secara transparan,” kata Farhan dikutip dari sejumlah media lokal.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah alat berat disebut masih beroperasi. Selain itu, sejumlah dump truck terlihat hilir mudik mengangkut tanah dari kawasan Cijayanti.

“Pengangkutan tanah sejak hari Minggu. Ada puluhan truk angkut tanah dari Cijayanti dibawa ke sini,” ujar seorang warga setempat.

Aktivitas pengurugan tersebut juga disebut membuat warga resah karena dikhawatirkan meningkatkan risiko longsor dan banjir, terutama saat hujan.

“Persis di ujung urugan tanah tersebut ada tiga rumah warga yang bisa saja terkena longsoran tanah,” ujar warga setempat.

(Erk**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *