google.com, pub-5346884408791712, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Wali Kota Bogor Tinjau Pembangunan Pasar Merdeka, Target Operasional Bertahap Mulai September

BERITA1BOGOR.COM – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meninjau progres pembangunan Pasar Merdeka, di Jalan Perintis Kemerdekaan, Bogor Tengah, Kota Bogor, Kamis 6 Agustus 2026.

Dalam kesempatan itu, Dedie memastikan pembangunan pasar telah memasuki tahap akhir dan ditargetkan mulai difungsikan secara bertahap pada September 2026.

Dedie mengatakan, pembangunan Pasar Merdeka merupakan bagian dari penataan kawasan perdagangan di Kota Bogor, bersama revitalisasi Pasar Jambu Dua dan Pasar Gembrong yang menunjukkan perkembangan positif.

“Ini merupakan bagian dari penataan kota. Pasar Jambu Dua perkembangannya sangat positif dengan penguatan sebagai pusat kuliner. Pasar Gembrong juga mendapat respons baik dari para eks pedagang Pasar Bogor dan Plaza Bogor. Kini kita melanjutkan penataan kawasan Semeru, Merdeka, M.A. Salmun, hingga Jalan Perintis Kemerdekaan,” ujar Dedie.

Ia berharap para pedagang yang saat ini masih berada di tempat penampungan sementara (TPS) dapat segera menempati bangunan baru Pasar Merdeka yang memiliki kapasitas sekitar 450 pedagang.

Selain pedagang eksisting, Pemerintah Kota Bogor juga akan mengakomodasi pedagang barang bekas dan onderdil agar dapat berjualan di dalam pasar. Langkah ini dilakukan untuk mendukung revitalisasi kawasan dan penataan pedestrian di Jalan Merdeka hingga kawasan Jembatan Merah.

“Kita ingin seluruh aktivitas perdagangan berada di dalam pasar sehingga revitalisasi pedestrian Jalan Merdeka sampai Manunggal menuju Jembatan Merah dapat dilaksanakan. Ini bagian dari proses penataan kawasan,” jelasnya.

Menurut Dedie, progres pembangunan saat ini telah mencapai lebih dari 90 persen dan tinggal menyelesaikan pekerjaan akhir, seperti area parkir, jaringan utilitas, serta penambahan gardu listrik yang saat ini masih dalam proses bersama PLN.

Konsep Pasar Merdeka akan menggabungkan berbagai jenis usaha dalam satu kawasan, mulai dari pedagang sayur, buah, ikan, ayam, daging, hingga pedagang onderdil dan barang bekas. Di sisi lain, lantai atas juga disiapkan sebagai pusat kuliner.

“Lokasinya sangat strategis. Kita ingin menghadirkan pasar yang bersih, nyaman, sekaligus menjadi pusat kuliner dan perdagangan yang representatif,” kata Dedie.

Sementara itu, Project Manager PT Firnie Alataz Malanihat (PT FAM), Martin Rustandi, menjelaskan bahwa penyelesaian lantai dasar dan lantai satu ditargetkan rampung pada Agustus 2026 sehingga pedagang dapat mulai masuk pada September.

“Saat ini yang menjadi prioritas adalah agar pedagang bisa segera menempati lantai dasar dan lantai satu. Setelah itu, pekerjaan area luar seperti parkir, fasilitas umum, dan utilitas akan dilanjutkan karena saat ini masih digunakan sebagai lokasi penampungan sementara pedagang,” ujar Martin.

Martin menjelaskan, selama proses revitalisasi terdapat sejumlah tantangan, terutama karena struktur bangunan lama tetap dipertahankan sehingga diperlukan evaluasi dan penguatan konstruksi sebelum pekerjaan revitalisasi dilaksanakan.

“Kebutuhan daya listrik pasar ternyata lebih besar dari kapasitas gardu yang ada saat ini. Penambahan gardu dan transformator sedang diproses dan diperkirakan selesai dalam sekitar 60 hari ke depan,” jelasnya.

Martin menambahkan, konsep Pasar Merdeka tetap mengusung konsep pasar bersih. Lantai dasar diperuntukkan bagi pedagang sembako dan komoditas basah, lantai satu untuk pedagang pisang, sparepart, serta PKL yang direlokasi, sedangkan lantai dua akan menjadi pusat kuliner. Area rooftop juga disiapkan sebagai kafe dan ruang pertemuan.

Secara keseluruhan, lantai dasar memiliki 255 unit yang terdiri atas los, meja, dan kios, sedangkan lantai satu menyediakan 166 unit.

Ditempat yang sama, Direktur Perumda Pasar Pakuan Jaya, Jenal Abidin, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah Kota Bogor terhadap penyelesaian pembangunan Pasar Merdeka.

“Kami mengucapkan terima kasih atas arahan dan dukungan penuh dari Bapak Wali Kota Bogor sehingga proses pembangunan Pasar Merdeka dapat segera dituntaskan. Saat ini pekerjaan sudah memasuki tahap finalisasi dan kami optimistis pasar dapat mulai difungsikan pada akhir Agustus hingga September secara bertahap,” katanya.

Jenal menjelaskan, Pasar Merdeka tidak hanya menjadi lokasi relokasi pedagang eksisting, tetapi juga akan dikembangkan sebagai pasar bersih yang menampung pedagang barang bekas, onderdil, serta berbagai jenis usaha lainnya.

Berdasarkan data Perumda Pasar Pakuan Jaya, terdapat sekitar 362 hingga 400 pedagang eksisting yang akan menempati Pasar Merdeka. Selain itu, masih tersedia sekitar 60 unit untuk menampung pedagang kaki lima (PKL), khususnya pedagang onderdil dan barang bekas.

“Nantinya tidak ada lagi pedagang yang berjualan di trotoar sekitar Pasar Merdeka. Seluruhnya akan diarahkan masuk ke dalam pasar sehingga kawasan menjadi lebih tertata, bersih, dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Jenal.

(Erk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *