google.com, pub-5346884408791712, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kelurahan Cibogor Perkuat Inovasi Pelayanan Publik dan Tekan Angka Stunting

BERITA1BOGOR.COM – Pemerintah Kelurahan Cibogor terus memperkuat langkah inovatif dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Lurah Cibogor, Teguh Setyawan, dalam kegiatan Media Gathering yang digelar di Aula Kelurahan Cibogor pada Rabu 29 April 2026.

Dalam paparannya, Teguh menekankan pentingnya filosofi pelayanan yang objektif, cepat, dan inovatif sebagai fondasi untuk mewujudkan masyarakat Cibogor yang unggul. Ia juga menyoroti peran penting swadaya masyarakat dalam mendukung pembangunan wilayah.

“Tujuan utama kami adalah mewujudkan masyarakat terbaik. Hal ini diawali dengan pelayanan yang cepat, inovasi dalam bekerja, serta bertindak secara objektif. Kami juga terus menggelorakan swadaya masyarakat agar warga terlibat aktif dalam pembangunan wilayah,” ujar Teguh.

Secara geografis, Kelurahan Cibogor memiliki luas wilayah 46,51 hektare dan berbatasan dengan sejumlah kelurahan, antara lain Kebon Pedes, Pabaton, dan Ciwaringin, serta kawasan Alun-Alun Kota Bogor. Jumlah penduduk saat ini tercatat sebanyak 7.110 jiwa yang tersebar di 6 RW dan 28 RT.

Teguh mengakui bahwa wilayahnya menghadapi tantangan yang cukup kompleks, terutama terkait kepadatan penduduk dan hunian. Namun demikian, permasalahan kemacetan yang sebelumnya terjadi di area jembatan kini mulai terurai berkat perbaikan jalan (patching).

Salah satu capaian signifikan yang berhasil diraih adalah penurunan angka stunting. Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 34 kasus, dan berhasil ditekan menjadi 20 kasus pada tahun 2026 melalui berbagai intervensi.

“Alhamdulillah, angka stunting menurun menjadi 20 kasus. Kami memiliki program unggulan ‘DASHAT’ (Dapur Sehat Atasi Stunting) yang telah dilaksanakan sebanyak tujuh kali. Program ini juga melibatkan kolaborasi dengan tokoh masyarakat serta pelaku usaha lokal dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi,” jelasnya.

Meski demikian, tantangan masih dihadapi pada sektor sanitasi. Saat ini terdapat sekitar 344 titik yang membutuhkan intervensi berupa septic tank komunal guna mengurangi praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau mencapai kondisi Open Defecation Free (ODF).

Dari sisi kebencanaan, Kelurahan Cibogor termasuk wilayah rawan banjir lintasan dan longsor karena berada di dataran rendah serta menjadi aliran air kiriman dari wilayah sekitar, termasuk area stasiun dan pasar. Untuk itu, koordinasi dengan BPBD dan unsur wilayah terus diperkuat, khususnya saat cuaca ekstrem.

“Cibogor merupakan titik pertemuan aliran air dari berbagai wilayah. Saat hujan deras, debit air meningkat dengan cepat. Oleh karena itu, kami bersama unsur kewilayahan rutin melakukan mitigasi bencana,” tambah Teguh.

Di bidang keamanan, upaya menekan tawuran remaja juga menunjukkan hasil positif melalui program “Jaga Lembur” yang dijalankan bersama Polsek Bogor Tengah. Dalam dua bulan terakhir, wilayah yang sebelumnya rawan konflik kini terpantau kondusif.

Selain itu, Kelurahan Cibogor juga mencatat prestasi dengan meraih Juara 1 dalam lomba Pojok Ekspresi dan Orang Tua Hebat tingkat kota. Dalam pengelolaan lingkungan, pemerintah kelurahan telah mendistribusikan gerobak sampah dan kontainer ke setiap RT guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan.

“Dulu masyarakat cenderung membuang sampah ke sungai karena keterbatasan fasilitas. Kini, sarana prasarana telah tersedia di setiap RT sehingga diharapkan pola pikir masyarakat berubah dan lingkungan tetap bersih,” pungkasnya.

(Erk*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *