google.com, pub-5346884408791712, DIRECT, f08c47fec0942fa0

DP3A Tegaskan Komitmen Wujudkan Kota Ramah Anak pada Puncak HAN 2026

BERITA1BOGOR.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor menegaskan komitmennya dalam mewujudkan Kota Bogor yang ramah anak melalui penyelenggaraan Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Kota Bogor Tahun 2026 di Alun-alun Kota Bogor, Sabtu (25/7/2026).

Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan Tumbuh Bahagia serta Bebas Berkarya”, kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian peringatan HAN 2026 yang melibatkan ratusan anak dari berbagai latar belakang.

Berbagai penampilan seni, fashion show, panggung kreativitas, hingga pembagian hadiah turut memeriahkan kegiatan sebagai ruang bagi anak-anak untuk berekspresi dan menunjukkan potensi mereka.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa keberhasilan membangun generasi masa depan tidak hanya bergantung pada pendidikan formal, tetapi juga pada peran keluarga dan lingkungan dalam membentuk karakter anak.

“Punya anak bukan sekadar urusan pernikahan saja, tapi ada tanggung jawab lahir dan batin sampai mereka mandiri. Saya titip kepada seluruh orang tua, sayangi anak-anak sepenuh hati dari lubuk hati yang paling dalam, lindungi, sejahterakan, dan sekolahkan mereka dengan benar,” ujar Dedie A. Rachim.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya mencegah perundungan (bullying) melalui pola pengasuhan yang penuh kasih sayang. Menurutnya, pengalaman menunjukkan bahwa perilaku perundungan kerap dipengaruhi oleh kekerasan atau tekanan yang dialami anak di lingkungan keluarga.

“Berdasarkan pengalaman saya turun ke sekolah-sekolah, anak-anak yang suka nge-bully temannya ternyata sering menerima tekanan keras atau kekerasan fisik dari orang tuanya di rumah. Mendidik anak yang paling utama adalah adab, baik di rumah maupun di sekolah. Adab inilah yang akan menopang bangsa kita menjadi bangsa yang besar dan hebat,” katanya.

Dedie juga mengajak para pendidik untuk tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi turut membangun karakter dan kesehatan mental peserta didik melalui pendekatan yang humanis serta penguatan kegiatan seni sebagai media ekspresi anak.

Sementara itu, Kepala DP3A Kota Bogor, Rakhmawati, menjelaskan bahwa puncak HAN 2026 dirancang sebagai ruang yang inklusif dengan memberikan kesempatan kepada anak-anak yang selama ini belum pernah tampil di panggung tingkat kota.

“Hari ini dilaksanakan Puncak Hari Anak Nasional 2026 Kota Bogor. Kami menampilkan beberapa pertunjukan dari anak-anak yang selama ini belum pernah tampil di tingkat kota. Kita memang memilih mereka yang belum pernah tampil di panggung depan agar memiliki kesempatan yang sama untuk bersuara dan berkarya,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan penutup dari berbagai rangkaian peringatan HAN yang telah dilaksanakan sebelumnya, di antaranya penjaringan Suara Anak Kota Bogor, nonton bersama anak yatim dan penyandang disabilitas di Mall BTM, Bermain Bersama Anak Panti, serta Festival Edukasi Anak di Lippo Mall.

“Total ada sekitar 700 sampai dengan 800 anak yang terlibat langsung, baik sebagai penampil maupun panitia,” jelasnya.

Melalui penyelenggaraan Hari Anak Nasional 2026, Pemkot Bogor berharap semakin banyak ruang partisipasi yang terbuka bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi, mengembangkan kreativitas, serta tumbuh dalam lingkungan yang aman, inklusif, dan membahagiakan. Momentum ini sekaligus menjadi penguatan komitmen bersama antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mewujudkan Kota Bogor sebagai kota yang semakin layak dan ramah bagi anak.

(Erk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *