BERITA1BOGOR.COM – Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) diminta tidak mudah tergiur tawaran bekerja ke luar negeri dengan proses cepat dan tanpa kejelasan.
Legalitas keberangkatan melalui prosedur resmi menjadi salah satu kunci utama untuk memastikan keselamatan, perlindungan hukum, serta pemenuhan hak pekerja di negara tujuan.
Pesan tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai Golkar, Fetty Anggraenidini, saat menjadi narasumber dalam sosialisasi bertajuk “Cara Aman Bekerja di Luar Negeri” yang digelar Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat di Fairway Cafe, Jalan Pandu Raya, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.
Fetty menegaskan, keputusan bekerja di luar negeri harus dibarengi kesiapan yang matang. Menurutnya, bekerja sebagai PMI bukan hanya menjadi peluang untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga kesempatan memperoleh pengalaman internasional dan meningkatkan keterampilan.
“Menjadi PMI yang sukses dimulai dari kesiapan diri yang matang. Calon pekerja harus memahami bahwa legalitas prosedur keberangkatan adalah kunci utama perlindungan hukum, keselamatan kerja, serta jaminan hak-hak pekerja selama berada di negara tujuan,” ungkapnya.
Ia mengingatkan masyarakat agar mengenali berbagai indikasi rekrutmen non-prosedural yang berpotensi mengarah pada Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Modus yang perlu diwaspadai antara lain janji keberangkatan dalam waktu singkat, permintaan biaya yang tidak wajar, ketidakjelasan perusahaan atau pemberi kerja di negara tujuan, serta tidak adanya kontrak kerja yang transparan.
“Jangan mudah tergiur iming-iming tanpa kejelasan. Risiko berangkat secara ilegal sangat besar, mulai dari ketiadaan jaminan kesehatan, ancaman kekerasan di tempat kerja, hingga deportasi,” tegas Fetty.
Karena itu, ia mendorong calon PMI menggunakan jalur resmi melalui agen atau perusahaan penempatan yang terdaftar serta mempertimbangkan skema Government to Government (G to G).
Selain legalitas, calon PMI juga perlu mempersiapkan empat aspek penting sebelum berangkat, yakni kesiapan mental dan kemampuan beradaptasi, keterampilan serta penguasaan bahasa, kondisi fisik, dan kelengkapan dokumen serta dana.
Peluang kerja bagi PMI juga dinilai semakin beragam. Fetty menyebut sektor kesehatan di Jepang, Jerman, dan Arab Saudi, sektor manufaktur dan teknik di Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan, sektor hospitality di Eropa, Amerika, dan Uni Emirat Arab, hingga peluang di sektor pertanian modern melalui program Specified Skilled Workers (SSW).
Menurut Fetty, keberhasilan bekerja di luar negeri tidak berhenti pada keberangkatan dan memperoleh penghasilan. PMI juga perlu memiliki perencanaan keuangan agar hasil kerja dapat menjadi bekal untuk membangun masa depan setelah kembali ke tanah air.
“Kunci sukses bekerja di luar negeri adalah disiplin, kemauan untuk terus belajar, menjaga etika, serta mengelola keuangan dengan bijak. Ingat, persiapkan diri dengan baik agar masa depan di perantauan lebih pasti,” pungkasnya.
(Erk)





