google.com, pub-5346884408791712, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kebon Pedes Dorong Kemandirian Wilayah Lewat UMKM, KWT dan Gerakan Lingkungan

BERITA1BOGOR.COM – Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, terus memperkuat transformasi sebagai kawasan urban yang mandiri dengan mengandalkan potensi ekonomi lokal, pemberdayaan masyarakat, ketahanan pangan, serta pengelolaan lingkungan.

Di tengah kepadatan kawasan perkotaan, wilayah yang dikenal warga dengan sebutan Bondes tersebut masih mempertahankan beragam potensi ekonomi, mulai dari peternakan sapi perah penghasil susu segar, industri kreatif kerajinan sandal hotel yang telah menjangkau pasar luar Pulau Jawa, usaha katering camilan tradisional, industri pie rumahan, hingga kafe dan warung kopi.

Lurah Kebon Pedes Lulut Wiyono mengatakan, pengembangan potensi wilayah tidak hanya diarahkan pada peningkatan ekonomi, tetapi juga pada penguatan peran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup warga.

Salah satu praktik pemberdayaan tersebut terlihat melalui KWT Bersahaja di RT 04 RW 07. Kelompok yang diinisiasi para ibu, termasuk warga lanjut usia, ini memanfaatkan lahan tidur milik warga untuk pembibitan dan penanaman sekaligus mengolah sampah menjadi pupuk.

Melalui skema pinjam-pakai tanpa biaya, sebanyak 11 titik lahan warga dipadukan dengan fasilitas umum untuk dikelola bersama. Selain memperindah lingkungan, hasil panen juga memberikan nilai tambah bagi keluarga sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.

Kebon Pedes saat ini memiliki tiga kelompok wanita tani, yakni KWT Bersahaja, KWT Mekar Sari, dan KWT Wijaya Kusuma. Pengalaman KWT Wijaya Kusuma sebagai kelompok percontohan turut menjadi model yang direplikasi untuk memperluas gerakan pertanian perkotaan dan pemberdayaan masyarakat.

Di sektor lingkungan, Kelurahan Kebon Pedes juga memperkuat pengelolaan sampah melalui Bank Sampah dan unit pengolahan sampah mandiri. Edukasi pemilahan sampah dari rumah dilakukan secara rutin melalui berbagai forum warga, termasuk kegiatan pengajian dan pertemuan RW.

Sementara di bidang kesehatan, Kelurahan Kebon Pedes menjalankan inovasi “Bonteng” atau Bondes Leungit Keun Sesanti untuk mempercepat penurunan angka stunting. Dari 1.717 balita yang tercatat di wilayah tersebut, saat ini terdapat 20 kasus yang masih mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan.

Semangat kolaborasi juga diperkuat melalui kegiatan bersih-bersih dan pemberdayaan warga yang digelar secara rutin dan bergilir. Kegiatan tersebut melibatkan unsur RT/RW, Karang Taruna, LPM, Bojer, KNPI, lembaga masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan.

Rangkaian program tersebut menunjukkan bahwa transformasi Kebon Pedes tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kekuatan masyarakat dalam mengembangkan ekonomi lokal, menjaga lingkungan, memperkuat ketahanan pangan, dan menangani persoalan kesehatan.

Dengan potensi tersebut, Kelurahan Kebon Pedes menargetkan terbentuknya kawasan perkotaan yang semakin bersih, produktif, sehat, dan mandiri melalui kolaborasi pemerintah dan masyarakat secara berkelanjutan.

(Erk**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *