google.com, pub-5346884408791712, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Fetty Anggraenidini: Porprov Jabar 2026 Harus Berdampak bagi Ekonomi dan Pembinaan Atlet

BERITA1BOGOR.COM – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi VI Fraksi Golkar, Fetty Anggraenidini, berharap penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 dapat berlangsung sukses di seluruh daerah tuan rumah maupun daerah pendukung. Menurutnya, ajang olahraga terbesar di Jawa Barat itu tidak hanya harus sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Fetty usai menghadiri CDM Meeting II yang membahas persiapan Porprov Jawa Barat 2026 bersama Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, jajaran Pemerintah Kota Bogor, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Barat Herry Antasari di Paseban Sribaduga, Balai Kota Bogor, Selasa (28/7/2026).

Fetty menilai penyelenggaraan Porprov yang melibatkan sejumlah kota dan kabupaten harus menjadi momentum untuk menggerakkan ekonomi lokal, terutama di kawasan sekitar venue pertandingan.

“Harapannya penyelenggaraan Porprov 2026 ini berjalan dengan baik di beberapa kota penyangga utama maupun penyangga pendukung sehingga mendapatkan dampak ekonomi yang baik untuk masyarakat sekitar,” ujarnya.

Di sisi lain, Fetty mendukung konsep penyelenggaraan Porprov yang sederhana sebagaimana disampaikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun, ia menegaskan kesederhanaan tersebut hanya berlaku pada aspek seremonial, bukan terhadap pemenuhan kebutuhan atlet.

Menurutnya, sarana dan prasarana olahraga harus memenuhi standar, termasuk penyediaan konsumsi, vitamin, dan suplemen yang dibutuhkan atlet selama mengikuti pertandingan.

“Tetapi walaupun tadi kata Kadispora Provinsi Jawa Barat dilaksanakan secara sederhana untuk seremonial, saya rasa untuk atlet tidak boleh sederhana. Dalam arti sarana prasarana olahraganya harus sesuai standar, juga untuk penyediaan makanan, vitamin, dan suplemen yang memang dibutuhkan oleh para atlet untuk bisa bertanding di Porprov,” katanya.

Fetty menegaskan anggaran yang berkaitan langsung dengan pembinaan dan kebutuhan atlet tidak boleh mengalami pemotongan. Menurutnya, kualitas atlet Jawa Barat sangat ditentukan oleh dukungan fasilitas dan pendanaan yang memadai.

“Jadi arti kata sederhana di sini seremonialnya. Tetapi saya rasa untuk anggaran yang paling penting untuk atletnya tidak boleh ada pemotongan dan harus dilaksanakan dengan baik. Karena bagaimana kita mau mencetak atlet di Jawa Barat kalau tidak cukup sarana prasarananya ataupun anggaran untuk mencetak atlet tersebut,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pemerintah daerah agar tetap memberikan perhatian penuh terhadap pelaksanaan Porprov di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

“Jadi itu harus diperhatikan. Semoga di tengah pemotongan anggaran, kota dan kabupaten bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.

Sebagai penutup, Fetty berharap Porprov Jawa Barat 2026 menjadi pijakan penting dalam pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, sekaligus mengantarkan Jawa Barat kembali meraih gelar juara umum.

“Mudah-mudahan di tahun ini untuk Porprov 2026 dan nanti PON di 2028 juga bisa mencetak Jawa Barat sebagai juara umum kembali,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *