google.com, pub-5346884408791712, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Krisis Air Bersih Jadi Ancaman, Tirta Pakuan Harap Dukungan Anggaran pada 2027

BERITA1BOGOR.COM – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor mengungkapkan tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan air bersih, khususnya di wilayah Bogor Selatan. Keterbatasan kapasitas produksi dan distribusi air membuat perusahaan harus menutup defisit pasokan dengan menyewa instalasi pengolahan air (Water Treatment Plant/WTP) milik pihak swasta.

Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira, menjelaskan sekitar 90 persen sumber air baku Kota Bogor masih bergantung pada wilayah selatan, yakni Kecamatan Cijeruk dan Tangkil.

Menurutnya, pasokan air di wilayah tersebut berasal dari IPA Rancamaya yang dibangun pada 2015–2016 dengan kapasitas produksi 30 liter per detik (lps), serta Mata Air Tangkil yang menyuplai 110 lps. Dengan demikian, total kapasitas distribusi di Zona 1 mencapai 140 lps.

“Secara teknis, kapasitas tersebut idealnya hanya mampu melayani sekitar 14 ribu pelanggan. Namun saat ini jumlah pelanggan di Zona 1 sudah mencapai 17 ribu hingga 18 ribu sambungan,” ujar Rino saat menerima kunjungan Komisi III DPRD Kota Bogor, Kamis (9/7/2026).

Akibat kondisi tersebut, Perumda Tirta Pakuan mengalami kekurangan pasokan sekitar 30 lps di Zona 1. Selama tiga tahun terakhir, defisit itu ditutupi dengan menyewa WTP milik Unitec.

Namun, solusi tersebut hanya bersifat sementara. Masa sewa WTP Unitec akan berakhir pada September 2026 karena aset tersebut akan dijual oleh pemiliknya. Jika belum tersedia infrastruktur pengganti, pasokan air bersih di wilayah selatan berpotensi mengalami gangguan.

Rino mengungkapkan, manajemen sebenarnya telah merencanakan penambahan kapasitas produksi sebesar 200 lps di wilayah selatan sejak tiga tahun lalu. Sayangnya, proyek tersebut belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran.

Melalui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyertaan Modal Pemerintah (PMP), kebutuhan investasi mencapai Rp134 miliar. Namun hingga saat ini dana yang terealisasi baru sebesar Rp15 miliar.

“Kami berharap adanya dukungan penuh dari Pemerintah Kota Bogor dan DPRD agar alokasi penyertaan modal dapat ditingkatkan sehingga proyek strategis ini bisa segera direalisasikan,” katanya.

Selain memperkuat layanan di Bogor Selatan, Perumda Tirta Pakuan juga mulai mengalihkan fokus pengembangan jaringan ke Kecamatan Tanah Sareal dan Bogor Barat pada semester kedua 2026.

Wilayah Bogor Barat dinilai memiliki potensi pertumbuhan pelanggan yang tinggi seiring pesatnya perkembangan kawasan permukiman dan pusat niaga baru. Pertumbuhan tersebut turut didorong oleh pengembangan kawasan Terminal Bubulak serta akses jalan menuju Kampus IPB Dramaga.

Saat ini Perumda Tirta Pakuan telah mengantongi izin pemanfaatan air hingga 240 lps. Namun, keterbatasan infrastruktur membuat kapasitas yang dapat dimanfaatkan baru sekitar 30 lps.

Melalui kunjungan Komisi III DPRD Kota Bogor ke instalasi pengolahan air, Rino berharap sinergi antara Perumda Tirta Pakuan dan legislatif dapat memperkuat dukungan penyertaan modal pemerintah pada APBD 2027 untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan mengatasi krisis air bersih di Kota Bogor.

(Erk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *