google.com, pub-5346884408791712, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Progres Trase Batutulis Capai 45 Persen, Ditargetkan Dibuka Awal November 2026

BERITA1BOGOR.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memantau perkembangan pembangunan Trase Batutulis yang telah berlangsung selama kurang lebih empat bulan. Hingga saat ini, progres pembangunan mencapai hampir 45 persen atau mencatat deviasi positif sekitar 6 persen dari target yang ditetapkan sebesar 39 persen.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meninjau langsung progres pembangunan Trase Batutulis pada Senin (31/8/2026). Dalam peninjauan tersebut, Dedie didampingi perwakilan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkot Bogor.

Di lokasi, Dedie melihat langsung sejumlah pekerjaan yang tengah dilakukan, di antaranya pembuatan saluran pembuangan air dan betonisasi jalan.

Menurut Dedie, kondisi cuaca yang mendukung menjadi momentum yang baik untuk mempercepat pekerjaan. Ia berharap progres positif tersebut dapat dipertahankan sehingga pembangunan Trase Batutulis dapat selesai sesuai target dan segera dimanfaatkan masyarakat.

“Alhamdulillah ada deviasi positif dan progresnya bagus. Saya mengapresiasi ada deviasi kurang lebih 6 persen dari target 39 persen jadi sekarang hampir mencapai 45 persen. Sesuai dengan target kita setidaknya pada awal November 2026, sudah bisa dibuka,” ujar Dedie.

Meski progres pembangunan berada di atas target, masih terdapat sejumlah hal yang menjadi perhatian dan membutuhkan penyesuaian. Salah satunya kondisi tanah lempung yang memerlukan penanganan khusus atau treatment untuk mendukung kualitas konstruksi.

Penyesuaian juga diperlukan pada pertemuan antara jalan baru dan jalan lama eksisting. Jalan baru memiliki lebar sekitar 8 meter, sedangkan jalan lama sekitar 6 meter. Perbedaan lebar sekitar dua meter tersebut perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan penyempitan pada jalur.

Selain itu, pembangunan trotoar dan penyempurnaan sistem drainase juga menjadi bagian yang terus dipantau. Pemkot Bogor turut mencermati modifikasi geometri jalan, terutama pada radius akses masuk dan keluar.

Dedie mengatakan, berbagai penyesuaian tersebut tidak menjadi kendala besar dalam proses pembangunan. Menurutnya, persoalan yang ditemukan di lapangan masih bersifat minor dan dapat ditangani selama proses pekerjaan berlangsung.

“Jadi kendala yang ada sifatnya minor bukan masalah yang terlalu berat,” pungkas Dedie.

(Erk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *