BERITA1BOGOR.COM – Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor menutup rangkaian peringatan Milad ke-65 melalui kegiatan Fun Day yang diikuti ribuan alumni, sivitas akademika, dan masyarakat umum.
Kegiatan yang diprakarsai Ikatan Alumni Universitas Ibn Khaldun (IKA UIKA) bersama pihak universitas ini dimulai dari Balaikota Bogor dan berakhir di Taman Ekspresi, Lapangan Sempur, Sabtu 1 Agustus 2026.
Selain menghadirkan berbagai hiburan dan pengundian doorprize, termasuk hadiah utama berupa motor listrik dan lima paket umrah, peringatan Milad ke-65 UIKA Bogor menjadi momentum peluncuran Program Orang Tua Asuh Pendidikan Tinggi, sebuah gerakan sosial yang bertujuan memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu di Kota Bogor.
Program tersebut merupakan kolaborasi UIKA Bogor dan IKA UIKA sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pemerataan akses pendidikan melalui semangat gotong royong.
Ketua IKA UIKA Bogor, Safrudin Bima, mengatakan bahwa alumni memiliki tanggung jawab untuk turut mendukung upaya kampus dalam membuka kesempatan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kami mendukung penuh visi besar UIKA agar pemerataan pendidikan benar-benar terwujud. Bangku kuliah tidak boleh hanya menjadi milik mereka yang mampu secara ekonomi. Setiap anak bangsa berhak memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan tinggi,” ujar Safrudin.
Ia menambahkan, sinergi antara alumni, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah diharapkan dapat memperluas jangkauan program sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat.
Sementara itu, Rektor UIKA Bogor, Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si., mengungkapkan bahwa hingga saat ini sebanyak 116 warga Kota Bogor telah mengajukan diri untuk memperoleh bantuan pendidikan melalui program tersebut.
Menurutnya, peningkatan akses pendidikan tinggi tidak dapat sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah, melainkan memerlukan partisipasi aktif masyarakat.
“Kita tidak bisa bergantung sepenuhnya kepada APBD atau anggaran pemerintah. Potensi masyarakat perlu digerakkan agar kita dapat saling membantu saudara-saudara yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk tetap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” kata Prof. Mujahidin.
Program bantuan pendidikan tersebut disalurkan melalui dua skema, yaitu Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi calon mahasiswa yang memenuhi ketentuan pemerintah serta Program Orang Tua Asuh Pendidikan Tinggi bagi masyarakat yang belum terakomodasi dalam program KIP.
Menurut Prof. Mujahidin, pada tahap awal program difokuskan pada pembebasan biaya kuliah. Ke depan, UIKA Bogor akan terus berupaya memperluas dukungan agar dapat mencakup kebutuhan lain selama masa studi.
Selain meluncurkan Program Orang Tua Asuh Pendidikan Tinggi, UIKA Bogor juga memperkenalkan UIKA Travel, unit usaha baru yang akan melayani perjalanan ibadah umrah dan haji bagi masyarakat umum. Ke depan, unit ini juga akan mendukung penyelenggaraan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional bagi mahasiswa UIKA di Makkah dan Madinah.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, UIKA Bogor menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi di bidang pendidikan, memperkuat kolaborasi dengan alumni, serta meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat. (*)





