BERITA1BOGOR.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha untuk memperkuat pelayanan dan program kesehatan masyarakat. Salah satu fokusnya adalah mengarahkan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan untuk membantu intervensi penanganan stunting di wilayah yang masih memiliki angka stunting cukup tinggi.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri kegiatan CSR berupa pemeriksaan kesehatan gratis, Posyandu balita, pemeriksaan tulang gratis, serta pemberian makanan tambahan bagi lansia dan paket sembako di RW 03 Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Jumat (14/8/2026).
Jenal mengatakan, Pemkot Bogor terus berupaya memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perusahaan, agar program yang dijalankan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Pemkot terus berikhtiar dan berkolaborasi dengan stakeholder dalam rangka upaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Kami sangat terbuka bagi para perusahaan yang ingin berkolaborasi bersama Pemerintah Kota Bogor,” ujar Jenal.
Menurutnya, kolaborasi dengan dunia usaha dapat menjadi salah satu pengungkit untuk memperkuat intervensi penanganan stunting. Bogor Selatan menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena masih memiliki angka stunting yang cukup tinggi, selain wilayah Bogor Barat.
“Ke depan, kami ingin CSR dari Indomaret atau PT Indomarco bisa terus kita arahkan untuk bersama-sama melakukan intervensi penanganan stunting di Kota Bogor, khususnya wilayah Bogor Selatan,” katanya.
Jenal menilai, dukungan dunia usaha dapat melengkapi berbagai program pemerintah, terutama dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar.
Sementara itu, Branch Manager Indomaret Wilayah Bogor I, Sidik Permana, mengatakan kegiatan CSR tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesehatan masyarakat.
“Kegiatan CSR pemeriksaan kesehatan gratis, Posyandu Balita, dan pemeriksaan tulang gratis yang kita laksanakan hari ini bukan hanya sekadar kegiatan pemeriksaan kesehatan, tetapi merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kesehatan masyarakat,” ujar Sidik.
Kegiatan tersebut menyasar berbagai kelompok usia. Pemeriksaan kesehatan dan Posyandu balita ditujukan untuk membantu memantau kondisi kesehatan serta tumbuh kembang anak sejak usia dini. Sementara pemeriksaan bagi lansia diharapkan dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan secara berkala dan mendeteksi risiko kesehatan lebih awal.
Selain itu, pemeriksaan tulang gratis diberikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya lansia, mengenai pentingnya menjaga kesehatan tulang melalui pola hidup sehat dan pemeriksaan secara rutin.
Sidik berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga program CSR tidak berhenti pada kegiatan pemeriksaan kesehatan, tetapi turut mendorong perubahan perilaku masyarakat.
“Semoga sinergi antara pemerintah, dunia usaha, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat seperti ini dapat terus kita tingkatkan,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa upaya pencegahan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan.
“Bersama-sama kita membangun kebiasaan hidup sehat, menjaga pola makan, melakukan aktivitas fisik secara rutin, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” tutupnya.
(Erk)





