BERITA1BOGOR.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor melibatkan Karang Taruna dalam memperkuat pendataan sosial melalui kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Multimedia yang digelar di Bale Rakyat, Kecamatan Tanah Sareal, Selasa (21/7/2026).
Mengusung tema “Semangat Baru Karang Taruna untuk Bogor Beres, Bogor Maju dalam Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial di Kota Bogor”, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mengoptimalkan peran Karang Taruna dalam mendukung program pemerintah, khususnya melalui pendataan anak putus sekolah, balita stunting, serta warga yang menganggur.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan bahwa Karang Taruna merupakan lembaga kemasyarakatan yang memiliki tugas membantu pemerintah dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan.
“Hari ini Dinas Sosial menggelar pelatihan multimedia yang saya nilai sangat strategis. Setelah pelatihan ini, kami memberikan tantangan kepada Karang Taruna untuk membantu pemerintah melakukan pendataan sosial di masyarakat,” ujar Jenal.
Ia menjelaskan, Karang Taruna akan dilibatkan dalam pendataan anak putus sekolah, balita stunting, serta warga yang belum bekerja dan berpotensi mengikuti pelatihan kewirausahaan.
“Karang Taruna hari ini tidak hanya menguatkan organisasinya, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pemerintah dan dampak langsung bagi masyarakat,” katanya.
Ketua Karang Taruna Kota Bogor, Asep Nadzarullah, menyampaikan bahwa sebagai organisasi sosial yang dibentuk pemerintah, Karang Taruna memiliki tanggung jawab untuk bersama-sama meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat.
“Kami memandang pemerintah sebagai mitra sekaligus pembina. Karena itu, Karang Taruna siap mendukung berbagai program yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial,” ujar Asep.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, diikuti sekitar 270 peserta setiap harinya yang dibagi dalam tiga gelombang. Pada hari pertama, peserta merupakan para ketua Karang Taruna tingkat kelurahan dan kecamatan, sedangkan hari berikutnya diikuti pengurus Karang Taruna dari seluruh wilayah Kota Bogor.
Usai pelatihan, Karang Taruna akan langsung diterjunkan ke lapangan untuk membantu proses verifikasi dan pemutakhiran data sosial yang menjadi basis berbagai program pemerintah.
“Kami diberi waktu satu bulan untuk menyisir sekitar 91 ribu data desil maupun non-desil, termasuk melakukan verifikasi data kepesertaan BPJS yang sudah tidak aktif. Setelah pelatihan ini, seluruh pengurus akan bergerak ke masing-masing kelurahan di Kota Bogor,” tegas Asep.
(Erk)





