BERITA1BOGOR.COM – Pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy di kawasan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, tidak hanya diproyeksikan menjadi solusi modern dalam penanganan sampah, tetapi juga membuka peluang besar bagi penyerapan tenaga kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Saat ini, Pemerintah Kota Bogor terus mematangkan persiapan lahan untuk pembangunan proyek yang merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) tersebut.
Kehadiran PSEL diharapkan mampu memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, sekaligus memberikan dampak positif bagi pengembangan wilayah dan kesejahteraan masyarakat.
Lurah Kayumanis, Johan, menyampaikan dukungannya terhadap pembangunan PSEL di wilayahnya. Menurutnya, proyek tersebut akan memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat, terutama dalam membuka lapangan kerja dan mendorong kemajuan kawasan.
“Dengan adanya program PSEL di wilayah kami, tentunya akan membawa manfaat besar bagi warga. Saat ini, kami masih menunggu realisasi pembangunan PSEL,” ujar Johan kepada wartawan, Rabu (22/7/2026).
Senada dengan itu, Camat Tanah Sareal, Rokib, menjelaskan bahwa proses di lapangan saat ini masih difokuskan pada pematangan lahan serta sinkronisasi berbagai aspek teknis, termasuk penyesuaian dengan pembangunan akses jalan tol dan jalur pemboran yang melintasi kawasan tersebut.
“Sampai saat ini kita masih dalam tahap pematangan tanah dan lokasi. Ada beberapa hal yang perlu disinkronisasikan, terutama terkait akses tol baru dan rencana teknis lainnya yang melintasi lahan ini,” kata Rokib.
Ia menuturkan, perubahan fungsi lahan yang sebelumnya merupakan kawasan pertanian dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian tata ruang guna memenuhi kebutuhan pembangunan Kota Bogor, khususnya penyediaan infrastruktur pengelolaan sampah yang terpadu.
“Tata ruang tentu disesuaikan dengan perkembangan situasi dan kondisi. Saat ini Kota Bogor, bahkan secara nasional, sangat membutuhkan lokasi-lokasi strategis untuk penanganan sampah yang terpadu,” ujarnya.
Rokib menambahkan, pembangunan PSEL juga akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui terbukanya kesempatan kerja, baik pada tahap konstruksi maupun saat fasilitas mulai beroperasi.
Di sisi lain, Pemerintah Kecamatan Tanah Sareal bersama instansi terkait terus melakukan sosialisasi secara bertahap kepada masyarakat agar memperoleh informasi yang utuh mengenai pembangunan PSEL.
“Sosialisasi awal telah digelar di beberapa titik, seperti RW 06 dan RW 11, dan rencananya akan dilanjutkan secara massal di tingkat kelurahan. Masyarakat perlu memahami bagaimana program strategis nasional ini dapat diwujudkan sehingga membawa manfaat positif bagi warga dan Kota Bogor,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Setiawati, mengungkapkan bahwa kawasan PSEL akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 12 hektare. Dari total luasan tersebut, sekitar 7 hektare akan dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas utama PSEL serta instalasi pengolahan residu atau Fly Ash Bottom Ash (FABA Plant).
Menurut Setiawati, PSEL Kayumanis dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.000 ton sampah per hari. Selain menghasilkan energi listrik, fasilitas ini juga akan mengolah residu menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan dapat dimanfaatkan kembali.
“Nantinya akan ada FABA Plant untuk mengolah residu Fly Ash dan Bottom Ash. Hasil pengolahan residu tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan batako, paving block, hingga kanstin, sehingga memberikan nilai ekonomi sekaligus mendukung prinsip ekonomi sirkular,” pungkas Setiawati.
(Erk)





