BERITA1BOGOR.COM – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik tidak hanya dilakukan melalui penguatan kompetensi teknis, tetapi juga dengan membangun ketahanan keluarga sebagai fondasi utama produktivitas dan kinerja karyawan. Atas dasar itu, Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor menggelar Pelatihan Ketahanan Keluarga dan Keharmonisan Rumah Tangga bagi para pegawainya.
Memasuki hari kedua pelaksanaan, pelatihan difokuskan pada penguatan komunikasi dalam keluarga serta pemenuhan kebutuhan emosional pasangan sebagai upaya menciptakan keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan rumah tangga.
Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) secara menyeluruh.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh peserta dapat menerapkan nilai-nilai positif, baik dalam kehidupan keluarga maupun di lingkungan kerja. Ketika suasana di rumah harmonis dan produktif, hal itu akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan yang kami berikan kepada pelanggan,” ujar Rino.
Menurutnya, perusahaan meyakini bahwa karyawan yang memiliki kondisi keluarga yang harmonis akan lebih siap menghadapi tantangan pekerjaan, memiliki tingkat produktivitas yang lebih baik, serta mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.
Pada sesi utama, pelatihan menghadirkan DR. Yane Ardian Rachman, S.E., M.Si., pendiri dan Ketua Yayasan Cinta Keluarga (YCKI) sekaligus Staf Ahli TP PKK Pusat. Mengangkat tema “Membangun Ketahanan Keluarga dan Keharmonisan Rumah Tangga di Era Modern”, Yane membagikan pemahaman mengenai pentingnya komunikasi yang sehat dalam membangun hubungan suami-istri yang kuat dan harmonis.
Dalam paparannya, Yane menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah rumah tangga sangat dipengaruhi oleh terpenuhinya kebutuhan emosional dasar pasangan. Kebutuhan tersebut meliputi penghargaan dan pengakuan, kasih sayang dan perhatian, rasa aman dan nyaman, keterbukaan dan kejujuran, serta dukungan yang saling menguatkan.
Selain itu, peserta juga diajak memahami perbedaan karakter psikologis antara suami dan istri agar mampu membangun komunikasi yang lebih efektif dalam kehidupan sehari-hari.
“Pemahaman terhadap kebutuhan emosional pasangan menjadi salah satu kunci terciptanya keluarga yang tangguh. Ketika hubungan dalam keluarga berjalan baik, maka akan tercipta lingkungan yang mendukung pertumbuhan pribadi maupun profesional,” jelas Yane.
Melalui pelatihan ini, Perumda Tirta Pakuan berharap dapat menciptakan lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan harmonis, yang berawal dari keluarga-keluarga karyawan yang kuat dan saling mendukung.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menghadirkan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui penguatan kualitas SDM yang tidak hanya unggul secara profesional, tetapi juga memiliki ketahanan sosial dan emosional yang baik. (*)





