google.com, pub-5346884408791712, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Ribuan Warga Padati Ruang Riung Edisi Kelima, Yuno Targetkan Jadi Pertunjukan Seni Profesional

BERITA1BOGOR.COM – Gelaran seni dan hiburan masyarakat Ruang Riung kembali digelar di Alun-alun Kota Bogor, Sabtu (25/7/2026) malam. Memasuki penyelenggaraan edisi kelima, acara tersebut sukses menyedot perhatian ribuan pengunjung yang memadati kawasan alun-alun.

Penampilan seni budaya Nusantara yang dibawakan Sanggar Tari Dramanty menjadi salah satu daya tarik utama dalam acara yang digelar rutin setiap dua pekan itu.

Penggagas Ruang Riung, Yuno Abeta Lahay, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi panggung hiburan gratis bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah bagi para pelaku seni dan budaya untuk menampilkan kreativitas mereka di hadapan publik.

“Alhamdulillah, ini sudah memasuki edisi kelima. Dari yang kami lihat, antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Pengunjung yang datang malam ini mencapai ribuan orang,” ujar Yuno kepada wartawan di sela kegiatan.

Selain sebagai ruang ekspresi seni, Yuno yang juga Ketua PHRI Kota Bogor menilai Ruang Riung mampu memberikan dampak ekonomi dengan menggerakkan sektor pariwisata dan meningkatkan aktivitas pelaku usaha di sekitar lokasi acara.

Menurutnya, konsistensi penyelenggaraan membuat Ruang Riung mulai menarik perhatian dunia usaha. Saat ini, sedikitnya empat sponsor telah bergabung mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Meski demikian, pihak penyelenggara menerapkan seleksi ketat terhadap sponsor yang ingin berpartisipasi. Hal itu dilakukan karena aturan di kawasan Alun-alun Kota Bogor tidak memperbolehkan penjualan produk makanan dan minuman.

“Kami sangat selektif terkait sponsorship. Karena aturan di area alun-alun tidak mengizinkan penjualan makanan, maka produk sponsor yang masuk harus dipastikan tidak mengotori lokasi. Langkah ini juga untuk menjaga kondusivitas dan menghindari kecemburuan dengan para pedagang kaki lima,” jelasnya.

Yuno berharap dukungan terhadap Ruang Riung ke depan semakin luas, khususnya dari kalangan pelaku usaha di Bogor. Untuk mewujudkan hal itu, penyelenggara akan menggandeng berbagai asosiasi serta pemangku kepentingan di sektor pariwisata agar pengembangan acara dapat dilakukan secara kolaboratif.

“Target kami dalam enam bulan hingga satu tahun ke depan, Ruang Riung sudah memiliki skema pembiayaan mandiri tanpa membebani APBD. Kami ingin mengembangkan acara ini menjadi seni pertunjukan dan entertainment kelas profesional secara bertahap,” katanya.

Ke depan, konsep acara juga akan terus disempurnakan. Selain tetap menghadirkan hiburan gratis bagi masyarakat, panitia berencana menyiapkan mini stage dan area khusus bagi tamu hotel maupun wisatawan dari luar daerah.

Menurut Yuno, konsep tersebut diharapkan dapat meningkatkan tingkat hunian hotel (occupancy rate) sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan di Kota Bogor.

Sementara itu, antusiasme komunitas seni untuk tampil di Ruang Riung juga terus meningkat. Hingga saat ini, sudah ada 14 sanggar seni yang masuk dalam daftar antrean untuk tampil.

Untuk menjaga kualitas pertunjukan, panitia menerapkan sistem seleksi dan kurasi melalui video penampilan setiap peserta.

“Kami menetapkan kurasi kualitas yang ketat agar mutu pertunjukan tetap terjaga. Harapannya, hal ini memacu semangat kompetisi yang sehat antar sanggar sehingga mereka tampil lebih maksimal dan mempersiapkan diri jauh-jauh hari,” pungkasnya.

(Erk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *