google.com, pub-5346884408791712, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Bhakti Lintas Agama Tunjukan Semangat Persatuan di Kota Bogor

BERITA1BOGOR.com – Semangat persatuan dan kebhinekaan kembali ditunjukkan masyarakat Kota Bogor melalui pelaksanaan Puncak Bhakti Lintas Agama yang digelar di MAN 1 Kota Bogor, Senin 12 Januari 2026.

Kegiatan ini menjadi wadah perjumpaan lintas keyakinan yang mengedepankan nilai solidaritas, toleransi, dan kebersamaan.

Beragam kegiatan sosial mewarnai acara tersebut, antara lain donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, bazar UMKM, doa bersama lintas agama, serta ceramah kebangsaan. Seluruh rangkaian kegiatan melibatkan berbagai unsur masyarakat sebagai wujud nyata kolaborasi lintas komunitas.

Ketua Pelaksana Bhakti Lintas Agama, Dede Supriatna, mengatakan kegiatan ini lahir dari kesadaran bersama untuk menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman.

Ia menegaskan bahwa perbedaan keyakinan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk saling membantu dan memperkuat nilai kemanusiaan.

“Bhakti Lintas Agama bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi komitmen bersama untuk merawat kebhinekaan dan membangun solidaritas sosial yang berkelanjutan,” ujar Dede.

Apresiasi terhadap kegiatan tersebut disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.

Menurutnya, persatuan dan kekompakan masyarakat merupakan modal utama dalam mendukung pembangunan daerah.

Ia menekankan pentingnya menjaga keharmonisan agar berbagai persoalan dapat diselesaikan secara bersama-sama.

Dedie berharap kegiatan Bhakti Lintas Agama dapat terus dilaksanakan dan menjadi teladan bagi generasi muda.

Ia menilai kebersamaan lintas agama yang terbangun mencerminkan karakter dan jati diri Kota Bogor sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai toleransi.

Puncak Bhakti Lintas Agama ditutup dengan ceramah kebangsaan oleh ulama kharismatik Habib Luthfi bin Yahya.

Dalam tausiyahnya, Habib Luthfi mengajak seluruh elemen bangsa untuk memahami makna mendalam bendera Merah Putih sebagai simbol persatuan.

Ia menjelaskan bahwa Merah Putih mengandung nilai kedaulatan, harga diri, dan jati diri bangsa. Oleh karena itu, penghormatan terhadap bendera tidak cukup bersifat simbolik, tetapi harus diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata dalam menjaga persatuan.

Habib Luthfi menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga keutuhan bangsa berada di pundak setiap individu. Dengan menanamkan rasa cinta tanah air, masyarakat diyakini mampu saling melindungi dan menghargai perbedaan yang ada. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *