google.com, pub-5346884408791712, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Cap Go Meh 2026 Usung Harmoni Imlek dan Ramadhan

BERITA1BOGOR.COM – Perayaan Cap Go Meh Bogor Street Festival 2026 (CGM–BSF) akan digelar pada 1–3 Maret 2026 di kawasan Suryakencana (Surken), Kota Bogor, dengan mengusung tema “Harmony in Diversity”. Tahun ini menjadi istimewa karena perayaan Cap Go Meh bertepatan dengan bulan suci Ramadhan.

Ketua Panitia CGM–BSF 2026, Arifin Himawan, menyampaikan bahwa pertemuan dua momentum tersebut justru menjadi kekuatan utama festival tahun ini. Menurutnya, Kota Bogor ingin menunjukkan bahwa tradisi budaya dan nilai spiritual dapat berjalan beriringan dalam ruang publik yang tertib serta saling menghormati.

“Bertemunya Cap Go Meh dan Ramadhan bukan persoalan bagi Bogor. Justru ini pesan kuat bahwa kota ini mampu merayakan budaya tanpa meninggalkan nilai spiritual. Inilah wajah Bogor yang sesungguhnya: tradisinya hidup, masyarakatnya rukun, dan ruang publiknya milik semua,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seluruh rangkaian CGM–BSF 2026 dirancang dengan pendekatan yang menghormati suasana Ramadhan, mulai dari konsep acara, pemilihan waktu kegiatan, hingga penguatan unsur sosial dalam festival.

Rangkaian kegiatan akan diawali pada 1 Maret 2026 dengan Buka Puasa Bersama 400 Anak Yatim di pelataran Vihara Dhanagun. Anak-anak yatim tersebut berasal dari perwakilan enam kecamatan di Kota Bogor sebagai simbol kepedulian sosial dan semangat berbagi di bulan Ramadhan. Kegiatan ini sekaligus menjadi pembukaan resmi Pasar Malam Jadoel CGM–BSF 2026.

Selama 1–3 Maret 2026, kawasan Jalan Suryakencana akan diramaikan Pasar Malam Jadoel yang menghadirkan sekitar 120 tenant kuliner, kopi legendaris, serta produk kreatif lokal Bogor. Kegiatan ini berlangsung setiap hari pukul 16.00 hingga 23.00 WIB. Pasar malam dirancang sebagai ruang interaksi warga, wisatawan, dan pelaku usaha dengan memadukan atmosfer budaya Imlek dan kehangatan Ramadhan.

Sebagai puncak acara, Parade Budaya CGM akan digelar pada 3 Maret 2026 pukul 21.00–23.00 WIB, setelah pelaksanaan sholat tarawih. Parade tetap menghadirkan kemeriahan tradisi Cap Go Meh, namun dikemas selaras dengan suasana Ramadhan melalui penampilan marawis, musik religi, serta ekspresi budaya bernuansa kebersamaan dalam konsep yang santun dan tertib.

Arifin menegaskan, konsep ini dipilih agar festival tetap menjadi ruang perayaan budaya sekaligus mencerminkan penghormatan terhadap momentum keagamaan masyarakat.

“Kami ingin publik melihat bahwa harmoni bukan sekadar slogan acara, tetapi sikap bersama warga Bogor dalam menjaga persaudaraan. Keberagaman di kota ini bukan sesuatu yang harus dijaga dengan jarak, melainkan dirayakan dengan kedewasaan dan saling menghormati,” katanya.

Melalui CGM–BSF 2026, panitia bersama Pemerintah Kota Bogor berharap festival ini tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga ruang bersama yang memperkuat persatuan warga, menggerakkan ekonomi rakyat, serta menegaskan Bogor sebagai kota yang hidup dalam kebersamaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *