BERITA1BOGOR.COM – Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, terus akselerasi pembangunan kewilayahan secara komprehensif. Mengandalkan lanskap ekonomi lokal yang unik, pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat, hingga sinergi dengan sektor swasta, wilayah yang dihuni 29.420 jiwa ini optimistis menjawab tantangan ekonomi dan kesehatan warga.
Dari sisi penerimaan daerah, Cibadak mencatatkan tren positif. Hingga Agustus 2026, realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menembus Rp5,37 miliar atau sekitar 65 persen dari target Rp10 miliar.
Lurah Cibadak, Herry Chaerudin, menjelaskan bahwa geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tersebar merata di 15 RW. Potensinya mencakup budidaya ikan hias ekspor di RW 08, 09, dan 10, hingga Food Center hidroponik dan olahan keripik organik di RW 15. Keunikan lain berada di RW 12 yang dijuluki ‘Kampung Berisik’ lantaran menjadi sentra kriya wajan, panci, serta kerupuk kulit rumahan.
“Di RW 12 ada ‘Kampung Berisik’. Kalau belum biasa ke sana, waduh, kuping harus pakai kapas karena suara dentangan pembuatan wajan dan panci setiap hari,” ujar Herry diselingi gurauan, Senin (10/8).
Meski demikian, Herry menyoroti tantangan yang dihadapi sebagian usaha mikro, seperti pengrajin ayam ungkep di RW 03 yang meredup akibat persaingan harga pasar. “Kondisi ekonomi saat ini kurang baik-baik saja, jadi usaha ayam ungkep ini mulai menurun karena kalah bersaing harga. Ini salah satu permasalahan yang butuh intervensi segera,” jelasnya.
Pengelolaan Sampah dan Terobosan CSR Stunting
Di sektor lingkungan, Kelurahan Cibadak mengandalkan operasional TPS3R Cibadak dan Bank Sampah Orchid di RW 15, yang rencananya akan diintegrasikan di lokasi Tamansari Persada untuk memaksimalkan pengolahan sampah warga.
Sektor kesehatan juga menjadi prioritas. Guna mengatasi keterbatasan APBD, pihak kelurahan menggandeng sembilan perusahaan lokal melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai ‘bapak asuh’ untuk mengintervensi penanganan 41 anak stunting.
“Kami merangkul pelaku usaha yang berkenan bekerja sama menangani stunting. Kami berharap keberadaan pelaku usaha di Cibadak manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, bukan hanya mengeruk keuntungan semata,” tegas Herry.
Langkah ini berjalan seiring percepatan Sarana dan Prasarana (Sarpras) 2026, meliputi pemeliharaan jalan di RW 09, renovasi Posyandu di RW 05, serta rencana pembangunan Posyandu baru di RW 11 pada September 2026 mendatang.
Camat Tanah Sareal, Rokib, menilai inovasi Cibadak sejalan dengan pesatnya pertumbuhan wilayah Tanah Sareal secara keseluruhan. “Tanah Sareal sedang berkembang pesat lewat program APBD, Pokir, maupun inovasi lokal. Melalui pendekatan kultur kewilayahan, kita dapat memaparkan potensi sekaligus menyelesaikan permasalahan warga secara komprehensif,” pungkasnya. (*)





