google.com, pub-5346884408791712, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Air Limbah Berbau tak Sedap Diduga Berasal dari Mal dan Hotel

BERITA1BOGOR.COM – Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, menghadapi persoalan serius terkait dugaan pencemaran lingkungan di aliran Kali Ciparigi.

Warga Kampung Babakan Fakultas, khususnya di wilayah RT 04/04, mengeluhkan adanya pembuangan limbah cair dari kawasan komersial yang diduga berasal dari Mal Botani Square dan Hotel Santika.

Lurah Tegallega, Hardi Suhardiman, menyampaikan bahwa pihak kelurahan telah memberikan teguran, baik secara tertulis maupun lisan, kepada pengelola kedua unit usaha tersebut. Namun hingga saat ini, belum terdapat tindak lanjut konkret.

“Kami sudah melakukan teguran, tetapi sampai hari ini belum ada tindakan. Limbah masih dibuang kesini (kali),” ujarnya.

Kelurahan juga telah meminta hasil uji laboratorium untuk memastikan keamanan limbah yang dibuang. Permintaan ini muncul menyusul adanya keluhan warga terkait bau tidak sedap dari aliran pembuangan.

“Hingga kini hasil uji laboratorium belum kami terima. Dampaknya tidak hanya bau, tetapi juga peningkatan debit air karena ukuran pipa yang besar,” tambah Hardi.

Ketua RT 05 RW 04, Dedi Junaidi, turut membenarkan adanya bau menyengat dari limbah yang mengalir ke kali, yang disebut menyerupai bau septic tank. Ia menjelaskan bahwa limbah tersebut tidak keluar setiap hari, melainkan pada waktu tertentu, seperti saat proses pengurasan.

“Kualitas airnya buruk, berwarna putih, dan bau tidak sedap,” ungkapnya.

Dilokasi, ia juga mengatakan bahwa di kali Ciparigi (lokasi pembuangan) terdapat dua saluran pipa pembuangan yakni pipa kecil dari Hotel Santika dan pipa berukuran besar dari Mal Botani Square.

Menanggapi hal ini, pihak manajemen Hotel Santika menyatakan bahwa limbah yang dihasilkan telah melalui proses pengolahan sebelum dibuang.

Mereka juga mengklaim bahwa limbah tersebut telah memenuhi baku mutu yang ditetapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta rutin menjalani uji laboratorium setiap bulan.

“Pengecekan dilakukan secara rutin dan hasil uji laboratorium tersedia,” ujar perwakilan manajemen seperti dikutip media online BogorToday.

Meski demikian, hingga kini pihak kelurahan belum menerima hasil uji tersebut. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi lebih lanjut antara pengelola kawasan komersial, aparat kelurahan, dan masyarakat guna memastikan kualitas lingkungan Sungai Ciparigi tetap terjaga dan tidak merugikan warga sekitar.

(Erk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *