google.com, pub-5346884408791712, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Disperumkim Kota Bogor Terapkan Teknologi Digital untuk Efisiensi BBM Kendaraan Operasional

BERITA1BOGOR.COM – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor meluncurkan inovasi berbasis teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) sekaligus memperkuat pengawasan terhadap kendaraan operasional dinas. Inovasi tersebut diwujudkan melalui pemasangan perangkat GPS tracker, sensor bahan bakar (fuel sensor), dan sistem smart card pada armada operasional Disperumkim.

Kepala Disperumkim Kota Bogor, Chusnul Rozaki, mengatakan bahwa inovasi ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran operasional, mengingat kendaraan dinas pemerintah menggunakan BBM nonsubsidi jenis Dexlite yang memiliki biaya lebih tinggi.

“Apabila tidak diantisipasi dengan strategi yang tepat, potensi pemborosan bahan bakar akan cukup besar. Melalui inovasi yang diinisiasi Sekretaris Disperumkim ini, kami ingin memastikan penggunaan BBM lebih efisien serta seluruh pergerakan kendaraan operasional dapat dipantau secara real time,” ujar Chusnul kepada wartawan, Rabu (22/7).

Selain mendukung efisiensi anggaran, sistem pemantauan digital ini juga diharapkan mampu meningkatkan disiplin penggunaan kendaraan operasional agar tetap sesuai tugas pokok dan fungsi, sehingga usia pakai armada dapat lebih optimal.

Sekretaris Disperumkim Kota Bogor, Erwin Gunawan, menjelaskan bahwa setiap kendaraan akan dilengkapi dengan tiga perangkat utama, yaitu GPS tracker untuk memantau pergerakan kendaraan, fuel sensor untuk mengukur konsumsi bahan bakar secara akurat, serta smart card yang mencatat seluruh transaksi pengisian BBM.

“Ke depan, perhitungan kebutuhan BBM tidak lagi didasarkan pada estimasi, tetapi menggunakan data yang terukur dan berbasis bukti (evidence-based). Informasi mengenai rute, jarak tempuh, dan konsumsi BBM kendaraan akan menjadi dasar penyusunan kebutuhan anggaran secara lebih akurat,” jelas Erwin.

Pemasangan perangkat tersebut telah dimulai sejak 15 Juli 2026 dan saat ini masih memasuki tahap uji coba serta pengumpulan data. Disperumkim menargetkan hasil evaluasi awal, termasuk besaran efisiensi yang dihasilkan, dapat diperoleh pada pertengahan Agustus 2026.

“Hasil analisis tersebut akan menjadi acuan dalam menyusun standar kebutuhan BBM untuk perencanaan anggaran pada periode-periode berikutnya,” tambah Erwin.

Ia juga menyampaikan bahwa penerapan teknologi pemantauan BBM dan kendaraan operasional ini menjadi inovasi perdana di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Bogor. Disperumkim berharap sistem tersebut dapat menjadi model yang diadopsi oleh perangkat daerah lainnya.

Saat ini, sebanyak 15 kendaraan operasional telah dipasangi perangkat digital tersebut. Secara bertahap, Disperumkim menargetkan seluruh armada operasional yang berjumlah sekitar 40 unit dapat menggunakan sistem yang sama.

Armada yang menjadi prioritas meliputi kendaraan pengangkut sampah, truk penyiraman tanaman, kendaraan sky lift untuk pemeliharaan pohon, hingga kendaraan operasional roda tiga.

Melalui inovasi ini, Disperumkim Kota Bogor berkomitmen menghadirkan tata kelola kendaraan operasional yang lebih efisien, transparan, dan berbasis data, sehingga penggunaan anggaran daerah dapat semakin efektif serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

(Erk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *