google.com, pub-5346884408791712, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Luncurkan Sahabat Bosel, Kecamatan Bogor Selatan Perkuat Layanan Publik Berbasis Digital

BERITA1BOGOR.COM – Pemerintah Kecamatan Bogor Selatan resmi meluncurkan inovasi pelayanan publik berbasis digital Sahabat Bosel (Smart, Adaptif, Harmonis, Aman, Berdaya, Amanah, Tangguh). Platform ini dihadirkan untuk mempercepat respons pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat melalui sistem layanan yang terintegrasi dan mudah diakses.

Inovasi tersebut diperkenalkan langsung oleh Camat Bogor Selatan, Harry Cahyadi, dalam kegiatan Pers Gathering yang digelar pada Kamis, 23 Juli 2026.

Harry mengatakan, peluncuran Sahabat Bosel merupakan langkah baru pemerintah kecamatan dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih adaptif di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan yang cepat, mudah, dan efektif.

“Inovasi ini merupakan hasil evaluasi selama enam bulan saya memimpin Kecamatan Bogor Selatan. Pelayanan publik tidak cukup hanya mengandalkan cara konvensional, tetapi juga harus memanfaatkan teknologi agar respons pemerintah semakin cepat dan tepat sasaran,” ujar Harry.

Menurutnya, Sahabat Bosel bukan sekadar nama program, melainkan wujud komitmen pemerintah kecamatan untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, responsif, dan solutif bagi masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan.

Pada tahap awal, layanan Sahabat Bosel difokuskan pada tiga sektor utama, yaitu penanganan kebencanaan, ketertiban umum, dan pengelolaan sampah. Seluruh layanan tersebut terhubung melalui hotline pengaduan terpadu sehingga setiap laporan masyarakat dapat diteruskan dengan cepat kepada instansi terkait untuk ditindaklanjuti.

“Seluruh layanan terhubung melalui hotline pengaduan terpadu sehingga laporan masyarakat dapat segera diteruskan kepada pihak yang berwenang untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.

Harry menuturkan, penanganan kebencanaan menjadi salah satu prioritas karena Bogor Selatan merupakan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Dalam enam bulan terakhir, tercatat sekitar 45 kejadian bencana terjadi di wilayah tersebut.

Karena itu, kehadiran Sahabat Bosel diharapkan mampu mempercepat proses pelaporan, koordinasi, dan penanganan bencana di lapangan.

Selain kebencanaan, platform ini juga mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan bersih. Masyarakat dapat melaporkan gangguan ketertiban umum, termasuk potensi tawuran remaja, serta berpartisipasi dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat untuk mendukung program Refuse Derived Fuel (RDF).

Harry menegaskan, keberhasilan Sahabat Bosel tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Pengembangan inovasi ini melibatkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), 16 kelurahan, TP PKK, hingga tokoh masyarakat.

“Kami ingin membangun budaya pelayanan yang cepat, terbuka, dan kolaboratif. Melalui Sahabat Bosel, setiap laporan masyarakat diharapkan dapat ditangani lebih efektif sehingga kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya,” pungkas Harry.

(Erk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *