BERITA1BOGOR – Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, masih menghadapi persoalan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan banjir lintasan, meski dikenal sebagai salah satu pusat ekonomi Kota Bogor.
Lurah Babakan, Andri Junizar, menyampaikan bahwa wilayahnya memiliki sekitar 1.115 PKL yang tersebar di sejumlah titik strategis seperti Jalan Malabar, Sancang, dan kawasan rumah sakit.
Saat ini, pihak kelurahan tengah melakukan pembinaan intensif guna menertibkan penggunaan trotoar dan bahu jalan.
“Dalam tiga bulan ke depan, penataan ditargetkan lebih rapi meski tanpa relokasi karena keterbatasan lahan,” ujar Andri dalam giat pers gathering yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Babakan pada Kamis, 30 April 2026.
Selain itu, banjir lintasan di RW 03 dan RW 06 menjadi perhatian serius. Permasalahan ini, kata Andri, dipicu oleh drainase yang tidak berfungsi optimal akibat penutupan saluran oleh warga secara permanen.
“Drainase ditutup secara permanen oleh warga untuk keperluan dapur atau bangunan. Akibatnya, saat terjadi banjir besar, aliran air tidak dapat dikendalikan. Pemerintah kelurahan telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan normalisasi drainase serta sungai kecil di wilayah tersebut,” kata Andri.
Di sisi lain, Babakan memiliki potensi ekonomi yang besar. Dengan luas wilayah sekitar 146,2 hektar, kelurahan ini menjadi salah satu daerah dengan jumlah pelaku usaha terbanyak di Bogor Tengah.
Terdapat sekitar 17 hotel berbintang serta puluhan kafe dan restoran, dengan total 1.953 wajib pajak yang berkontribusi pada Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
“Sektor pendidikan juga menjadi kekuatan, dengan keberadaan sejumlah sekolah seperti SD Gunung Gede, SD Papandayan, dan SMK Negeri 3 Bogor,” jelasnya.
Dalam bidang infrastruktur, peningkatan kualitas wilayah terus dilakukan, salah satunya melalui pengaspalan jalan di RW 02 yang didanai APBD.
Sementara itu, dari sisi sosial, kelurahan mencatat 14 anak dalam kategori stunting yang terus mendapatkan penanganan. Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) disalurkan kepada 471 keluarga penerima manfaat, serta dukungan tambahan dari yayasan berupa susu dan makanan bergizi.
“Pemerintah Kelurahan Babakan berharap adanya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mengatasi berbagai persoalan sekaligus mengoptimalkan potensi wilayah agar lebih tertata dan mandiri,” pungkasnya.
(Erk)





