BERITA1BOGOR.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memperkuat pengenalan Hymne Kota Bogor kepada generasi muda melalui lingkungan pendidikan. Upaya tersebut diwujudkan melalui Lomba Paduan Suara Hymne Bogor Piala Wali Kota Bogor yang digelar di Bogor Great Mall, Kecamatan Tanah Sareal, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi paduan suara, tetapi juga menjadi sarana menanamkan kecintaan terhadap Kota Bogor melalui lagu daerah yang kini telah ditetapkan sebagai hymne resmi daerah.
Lomba diikuti peserta dari empat kategori, yakni Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Sebanyak 86 sekolah mengikuti tahap awal dengan mengirimkan video penampilan. Dari proses seleksi tersebut, sebanyak 21 peserta melaju ke tahap berikutnya.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, pengenalan Hymne Kota Bogor kepada pelajar penting dilakukan untuk membangun rasa memiliki sekaligus kecintaan generasi muda terhadap daerahnya.
“Saya sangat senang karena tadi sudah ditampilkan beberapa sekolah menyanyikan Hymne Kota Bogor. Pertama, mereka sangat menjiwai. Kemudian yang kedua, tentu ini punya makna dan nilai kecintaan kepada Kota Bogor,” kata Dedie.
Dedie berharap pengenalan Hymne Kota Bogor tidak berhenti melalui perlombaan. Ia mendorong agar lagu tersebut semakin sering diperkenalkan dan diperdengarkan di lingkungan sekolah.
“Ke depan tentu ini harus terus disosialisasikan, dilaksanakan kegiatan-kegiatan seperti ini. Bukan hanya lomba, tapi juga mungkin pengenalan lagu,” ujarnya.
Menurut Dedie, Hymne Kota Bogor telah menjadi hymne resmi daerah berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 Tahun 2025. Lagu tersebut dinilai memiliki pesan mengenai kebersamaan dan solidaritas masyarakat, sekaligus mengingatkan warga untuk menjaga lingkungan serta kelestarian alam Kota Bogor.
“Makna mendalam itu kan tadi ada semacam reminder, pengingat kepada masyarakat Kota Bogor bahwa Kota Bogor ini dibangun berdasarkan rasa kebersamaan, rasa solidaritas yang tinggi. Kemudian juga harus memupuk kecintaan kepada lingkungan, kelestarian alam,” jelasnya.
Dedie juga memberikan apresiasi kepada Rahmat Shabana sebagai pencipta Hymne Kota Bogor. Ia menilai karya tersebut mampu merepresentasikan karakter dan semangat masyarakat Kota Bogor.
“Terima kasih kepada pencipta lagunya, Pak Rahmat Shabana, yang sudah mendedikasikan dan menciptakan lagu ini betul-betul sesuailah dengan jiwa Kota Bogor,” katanya.
Hymne Kota Bogor selanjutnya direncanakan dibawakan dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026. Juara pertama dari masing-masing kategori lomba juga akan mendapatkan kesempatan tampil dalam upacara tersebut.
Ketua TP-PKK Kota Bogor Yantie Rachim mengatakan, pengenalan Hymne Kota Bogor sengaja diawali dari lingkungan sekolah agar para pelajar terbiasa mengenal, menyanyikan, dan menghafalkan lagu tersebut.
Menurut Yantie, lagu dapat menjadi media yang efektif untuk menanamkan kecintaan anak terhadap daerah tempat mereka lahir dan tumbuh.
“Kami meyakini, melalui lagu, insyaallah akan menumbuhkan rasa cinta anak-anak terhadap kota kelahiran mereka, yaitu Kota Bogor,” kata Yantie.
Meski persiapan lomba dilakukan dalam waktu relatif singkat, antusiasme sekolah dinilai cukup tinggi. Dari puluhan sekolah yang mengikuti seleksi awal, nantinya akan dipilih juara pertama, kedua, dan ketiga dari kategori SD, SMP, SMA, dan PKBM.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Herry Karnadi menjelaskan, proses seleksi dilakukan berdasarkan video penampilan yang dikirimkan peserta. Untuk kategori SD, SMP, dan SMA, masing-masing dipilih enam peserta terbaik, sedangkan kategori PKBM meloloskan tiga peserta.
Herry menegaskan, pengenalan Hymne Kota Bogor akan dilanjutkan di sekolah-sekolah. Dinas Pendidikan telah mengimbau satuan pendidikan agar lagu tersebut diperdengarkan dan dihafalkan oleh para siswa.
Selain Hymne Kota Bogor, sejumlah lagu bermuatan lokal dan lagu pendidikan lainnya juga diarahkan untuk dikenalkan kepada peserta didik, di antaranya lagu “Serbu Katip” dan “Rukun Sama Teman”.
Langkah tersebut diharapkan membuat pengenalan identitas dan nilai-nilai Kota Bogor tidak berhenti pada momentum perlombaan, tetapi menjadi bagian dari pembiasaan di lingkungan pendidikan dan tumbuh bersama generasi muda Kota Bogor.
(Erk)





