BERITA1BOGOR.COM – Semarak Festival Merah Putih (FMP) 2026 di Kota Bogor turut diramaikan melalui Padel Championship 2026 yang digelar di Racket Hour, Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Sabtu (15/8/2026).
Turnamen ini menjadi bagian dari upaya mengembangkan olahraga padel sekaligus mendorong semakin aktifnya komunitas dan fasilitas padel di Kota Bogor.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, pertumbuhan olahraga padel di Kota Bogor perlu diikuti dengan berbagai kegiatan yang mampu menghidupkan komunitas serta memaksimalkan fasilitas yang telah tersedia.
Menurut Dedie, saat ini terdapat lebih dari 20 lapangan padel di Kota Bogor. Keberadaan fasilitas tersebut perlu diimbangi dengan penyelenggaraan pertandingan secara rutin agar olahraga padel semakin dikenal dan diminati masyarakat.
“Di Kota Bogor ini lebih 20 padel court sudah berdiri, dan perlu diaktivasi. Salah satu cara mengaktivasinya adalah bagaimana komunitas, kelompok-kelompok di masyarakat, klub-klub padel itu aktif juga menyelenggarakan turnamen,” ujar Dedie.
Ia menilai, semakin sering turnamen digelar, semakin besar pula peluang masyarakat untuk mengenal dan mencoba olahraga padel. Kondisi tersebut dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Bogor dalam mendorong pola hidup sehat di tengah masyarakat.
“Kalau turnamennya sering, maka semakin banyak warga Bogor yang ikutan main padel. Kalau semua ikutan main padel, badannya sehat,” katanya.
Dedie menyebut, peningkatan aktivitas olahraga masyarakat juga memiliki keterkaitan dengan pembangunan masyarakat yang sehat. Menurutnya, masyarakat yang sehat pada akhirnya dapat membantu menekan beban pembiayaan kesehatan.
“Kalau badannya sehat, angka anggaran untuk kesehatannya menurun. Jadi, ini ada kaitan antara Bogor Sehat dengan kegiatan padel di Kota Bogor,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Padel Championship 2026, Lya Dilliana, mengatakan turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan masyarakat dalam semangat Festival Merah Putih.
“Ini salah satu bentuk cinta Tanah Air kami dan juga bentuk sportivitas kami sebagai anak bangsa dan warga negara Indonesia di Kota Bogor,” ujar Lya.
Ia berharap turnamen tersebut dapat mempererat persaudaraan dan kekompakan masyarakat. Menurutnya, olahraga padel memiliki daya tarik lintas usia. Hal itu terlihat dari peserta turnamen yang berasal dari berbagai kelompok usia, termasuk peserta berusia sekitar 70 hingga hampir 80 tahun.
“Padel ini tidak hanya menyasar untuk anak muda saja, tapi juga untuk persaudaraan serta kekompakan di Kota Bogor,” katanya.
Pada penyelenggaraan perdana ini, panitia mempertandingkan dua kategori, yakni Fixed Mixed Lower Bronze dan Fixed Double Bronze. Sebanyak 26 pasangan ambil bagian dalam turnamen tersebut.
Lya menjelaskan, konsep pertandingan dirancang dengan suasana yang menyenangkan. Meski demikian, para peserta tetap dituntut menunjukkan kemampuan terbaik, semangat kompetitif, dan sportivitas.
“Jadi memang bertanding tapi fun, tapi juga menunjukkan sportivitas,” ujarnya.
Perwakilan Owner Racket Hour, Hj. Greta Nurdiana, menyambut baik pelaksanaan Padel Championship 2026. Ia menilai kegiatan tersebut turut memberikan warna bagi perkembangan olahraga padel sekaligus menambah semarak kegiatan di Kota Bogor.
“Saya juga ikut senang karena dapat meramaikan Kota Bogor dengan padel ini. Dengan segala keterbatasannya, tapi tetap semuanya meriah dan puas,” kata Greta.
Greta juga mengapresiasi panitia yang telah memilih Racket Hour sebagai lokasi penyelenggaraan Padel Championship 2026 dalam rangka Festival Merah Putih.
“Terima kasih kepada Bu Lia dan tim karena sudah memilih RH untuk menjadi tempat Festival Merah Putih Championship 2026,” pungkasnya.
(Erk)





