google.com, pub-5346884408791712, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Bakesbangpol Kota Bogor Perkuat Kewaspadaan Dini melalui SIPEKA

BERITA1BOGOR.COM – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Bogor terus memperkuat komitmennya dalam menjaga stabilitas politik, keamanan, serta ketenteraman masyarakat. Salah satu langkah strategis yang dikembangkan adalah menghadirkan aplikasi digital internal SIPEKA (Sistem Pemetaan Kerawanan) untuk memperkuat sistem kewaspadaan dini di wilayah Kota Bogor.

Program tersebut dipaparkan Bakesbangpol Kota Bogor pada Kamis (20/8/2026), bersamaan dengan upaya memperkuat sinergi pelayanan publik dan komunikasi bersama insan pers.

Kepala Bakesbangpol Kota Bogor, Hidayatulloh, mengatakan SIPEKA dirancang sebagai instrumen digital untuk mendeteksi, mengidentifikasi, serta memetakan berbagai potensi kerawanan sosial, konflik politik, dan ancaman terhadap kewaspadaan dini secara cepat dan terintegrasi.

Menurutnya, digitalisasi diperlukan agar setiap informasi dari lapangan dapat terdokumentasi secara sistematis dan menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.

“SIPEKA ini dirancang agar informasi sekecil apa pun terkait dinamika Ipoleksosbudhankam (Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pertahanan, Keamanan, dan Agama) dapat terintegrasi. Kita ingin data lapangan menjadi dasar pengambilan keputusan pimpinan, bukan lagi sekadar asumsi,” ujar Hidayatulloh.

Ia menjelaskan, sistem tersebut juga memungkinkan informasi mengenai potensi kerawanan di tingkat kelurahan segera ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait.

Sebagai contoh, ketika ditemukan fenomena pinjaman ilegal atau yang dikenal masyarakat sebagai bank emok, data tersebut dapat menjadi dasar bagi dinas teknis, seperti Dinas Tenaga Kerja, untuk memberikan pelatihan maupun penguatan kapasitas ekonomi kepada masyarakat.

Hidayatulloh menambahkan, keterbukaan informasi publik menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi digital. Selama ini, sejumlah laporan kewaspadaan dini masih disampaikan melalui pesan pribadi atau aplikasi percakapan yang belum tentu terdokumentasi dan terintegrasi dengan baik.

Ia mengatakan, Kota Bogor merupakan daerah yang heterogen dan dinamis dengan keberagaman suku, ras, agama, serta latar belakang sosial masyarakat. Bakesbangpol Kota Bogor mencatat sedikitnya 286 organisasi kemasyarakatan (ormas) aktif dan terdaftar, mulai dari organisasi keagamaan, kepemudaan, sosial, hingga adat dan budaya.

Untuk menjaga keharmonisan di tengah keberagaman tersebut, Bakesbangpol mengoptimalkan peran 136 penyuluh wawasan kebangsaan yang tersebar di 68 kelurahan se-Kota Bogor.

“Di tengah berbagai keterbatasan, kita tetap harus hadir dan mewarnai masyarakat. Kehadiran 136 penyuluh wawasan kebangsaan di 68 kelurahan bertujuan memberikan pengayaan nilai Pancasila, mencegah penyebaran hoaks, serta meminimalisasi potensi gesekan sosial sejak dini,” tegas Hidayatulloh.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor, Herman Indrabudi, yang akrab disapa Kang Aldho, menyambut baik berbagai program yang dikembangkan Bakesbangpol Kota Bogor.

Dengan lokasi Sekretariat PWI Kota Bogor dan Bakesbangpol yang berdampingan, Herman mendorong agar kolaborasi pelayanan publik terpadu dapat dilakukan secara berkala.

“Kemarin kita sudah coba mengadakan kegiatan pelayanan publik bersama. Ke depan, kami berharap pelayanan publik terpadu ini bisa dilaksanakan secara rutin, misalnya sebulan sekali. Tidak hanya layanan kependudukan dan perizinan, tetapi juga menggandeng BPN untuk pertanahan serta Imigrasi untuk pembuatan paspor di hari libur, agar masyarakat yang sibuk bekerja tetap bisa mengaksesnya,” kata Herman.

Selain mendorong pelayanan publik terpadu, Herman mengapresiasi langkah Bakesbangpol yang membuka ruang komunikasi langsung antara pejabat pemerintah daerah dan insan pers.

Menurutnya, akses terhadap informasi dan konfirmasi langsung dari sumber utama, baik di tingkat dinas maupun kelurahan, sangat penting untuk menjaga akurasi pemberitaan sekaligus memastikan penerapan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

“Sinergi seperti ini sangat positif. Teman-teman media mendapatkan fakta dan data langsung dari sumber utama, sehingga pemberitaan yang sampai ke masyarakat benar-benar berimbang, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

Melalui penguatan sistem digital SIPEKA, edukasi wawasan kebangsaan hingga tingkat kelurahan, serta sinergi dengan insan pers, Bakesbangpol Kota Bogor berkomitmen memperkuat deteksi dan pencegahan potensi kerawanan sejak dini. Langkah tersebut diharapkan turut menjaga Kota Bogor tetap aman, harmonis, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.

(Erk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *