google.com, pub-5346884408791712, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Reservoir Merdeka Dioptimalkan, Tirta Pakuan Perkuat Layanan Air 24 Jam di Zona 4

BERITA1BOGOR.COM – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor terus memperkuat keandalan sistem distribusi air minum untuk memastikan pelayanan kepada pelanggan semakin stabil dan merata. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mengoptimalkan fungsi Reservoir Merdeka berkapasitas 3.000 meter kubik di Jalan Merdeka, Kecamatan Bogor Tengah.

Reservoir tersebut kini difungsikan sebagai buffer tank atau penyangga pasokan air untuk mendukung kualitas, kuantitas, dan kontinuitas (K3) pelayanan, khususnya bagi pelanggan di wilayah Zona 4.

Direktur Operasional Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Dani Rakhmawan, mengatakan optimalisasi Reservoir Merdeka merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menghadapi tantangan distribusi air di wilayah dengan pertumbuhan pelanggan dan karakteristik kontur yang beragam.

“Langkah strategis ini direalisasikan dengan optimalisasi Reservoir Merdeka berkapasitas 3.000 meter kubik. Langkah teknis ini dirancang secara khusus untuk memperkuat keandalan pasokan air bersih bagi para pelanggan yang berada di Zona 4,” kata Dani kepada wartawan, Senin (10/8/2026).

Menurut Dani, kondisi geografis dan pertumbuhan pelanggan di Zona 4 membuat sistem distribusi membutuhkan pengelolaan tekanan dan pasokan yang lebih terukur. Pada periode konsumsi tinggi, terutama pagi dan sore hari, tekanan air berpotensi mengalami penurunan, terutama pada titik terjauh jaringan atau kawasan dengan kontur lebih tinggi.

“Untuk mengatasi hal tersebut, optimalisasi infrastruktur penampungan dan pendistribusian air menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda,” ujarnya.

Optimalisasi Reservoir Merdeka dilakukan melalui sejumlah langkah teknis, antara lain penataan sistem perpipaan, pengaturan Pressure Reducing Valve (PRV), serta penerapan sistem digital untuk memantau debit air secara lebih akurat.

Dengan sistem tersebut, reservoir berperan sebagai penyeimbang pasokan sehingga tekanan air dapat dikelola lebih stabil sebelum dialirkan kepada pelanggan. Pengelolaan ini diharapkan mampu meningkatkan pemerataan distribusi, termasuk ke wilayah dataran tinggi dan titik paling ujung jaringan.

“Jadi reservoir ini mampu menjaga stabilitas tekanan, untuk memastikan distribusi air ke rumah pelanggan di Zona 4 mengalir dengan tekanan yang stabil dan merata, baik di wilayah dataran tinggi maupun titik terjauh,” jelas Dani.

Selain menjaga kestabilan tekanan, kapasitas tampung 3.000 meter kubik memberikan ruang bagi Tirta Pakuan untuk menjaga kontinuitas layanan hingga 24 jam. Cadangan air tersebut dapat dimanfaatkan untuk menghadapi lonjakan konsumsi maupun menjaga pelayanan ketika dilakukan pemeliharaan jaringan atau terjadi gangguan teknis pada sumber air utama.

Dari sisi efisiensi, Tirta Pakuan juga mengoptimalkan pola pengisian dan pengurasan reservoir secara terukur. Upaya tersebut ditujukan untuk mengurangi potensi air terbuang atau Non-Revenue Water (NRW), sekaligus mengoptimalkan penggunaan energi pompa.

“Kami juga lakukan efisiensi pengoperasian dengan mengoptimalkan pola pengisian dan pengurasan reservoir secara terukur sehingga dapat menurunkan risiko air terbuang (Non-Revenue Water/NRW) dan menghemat konsumsi energi pompa,” tegasnya.

Optimalisasi Reservoir Merdeka diharapkan memberikan dampak langsung terhadap kualitas pelayanan pelanggan. Distribusi air yang lebih stabil akan mengurangi risiko penurunan debit pada periode pemakaian tinggi, sekaligus memperkuat kemampuan perusahaan dalam merespons gangguan pada sistem distribusi.

Dani menegaskan, penguatan infrastruktur ini merupakan bagian dari upaya Tirta Pakuan menghadirkan pelayanan publik yang semakin responsif, modern, dan berkelanjutan.

“Keandalan layanan yang membaik secara langsung mendorong tingkat kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap kinerja BUMD pengelola air minum Kota Bogor. Melalui optimalisasi Reservoir Merdeka ini, Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor menegaskan perannya dalam memberikan pelayanan publik yang responsif, modern, dan berkelanjutan,” katanya.

Ia menambahkan, optimalisasi infrastruktur tidak hanya ditujukan untuk menjawab kebutuhan pelanggan saat ini, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk mengantisipasi pertumbuhan Kota Bogor.

“Langkah ini tidak hanya menjawab kebutuhan air bersih saat ini, tetapi juga menjadi fondasi infrastruktur yang kokoh untuk mendukung pertumbuhan Kota Bogor di masa depan,” pungkasnya.

(Erk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *