BERITA1BOGOR.COM — Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor memfungsikan lahan eks Pasar Bogor dan eks Plaza Bogor sebagai area parkir sementara. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu mengurai potensi kemacetan di kawasan Jalan Suryakencana, terutama saat terjadi lonjakan kunjungan wisatawan pada akhir pekan.
Direktur Utama Perumda PPJ Kota Bogor, Jenal Abidin, menjelaskan penataan area parkir sementara dilakukan berdasarkan jenis kendaraan.
“Lahan ini sedang kita fungsikan sementara untuk menampung tempat parkir. Karena banyaknya kunjungan ke Kota Bogor, terutama pada Sabtu dan Minggu, parkir di Suryakencana sering memicu kemacetan. Kendaraan kini bisa masuk ke eks gedung pasar,” ujar Jenal.
Dalam penataannya, area belakang eks Pasar Bogor diperuntukkan bagi kendaraan besar seperti bus dan truk. Sementara area depan, yang merupakan eks Plaza Bogor, difungsikan untuk parkir mobil dan sepeda motor.
Pemanfaatan lahan sebagai area parkir sementara tersebut ditargetkan berlangsung hingga akhir tahun. Bersamaan dengan itu, Perumda PPJ tengah mematangkan konsep pengembangan kawasan sebagai persiapan menuju tahap pemilihan mitra investor melalui mekanisme beauty contest.
“Mudah-mudahan pemanfaatan lahan parkir sementara ini berjalan sampai akhir Desember. Saat ini kami di Perumda sedang menyiapkan konsep untuk persiapan beauty contest. Setelah konsep matang dan beauty contest digelar, kita harapkan mendapatkan investor untuk memulai proses kerja sama dan revitalisasi,” jelas Jenal.
Jenal menjelaskan, berdasarkan kajian Highest and Best Use (HBU) yang telah disusun sejak 2022, kawasan eks Pasar Bogor dan eks Plaza Bogor tidak hanya akan dikembangkan sebagai kawasan perdagangan atau pasar, tetapi dengan konsep penggunaan campuran (mixed-use).
Dalam rencana tersebut, kawasan akan dilengkapi gedung parkir bertingkat dengan kapasitas ribuan kendaraan. Fasilitas tersebut nantinya dapat menampung berbagai jenis kendaraan, mulai dari mobil dan sepeda motor hingga bus pariwisata.
Selain fasilitas parkir, rencana pengembangan kawasan juga mencakup convention hall, hotel penunjang, serta pasar bersih yang tetap menjadi bagian penting dari kawasan tersebut.
“Hasil kajian konsultan menunjukkan, karena ini berada di lahan premium, jika hanya difungsikan sebagai pasar tentu kurang optimal. Maka dari itu harus di-mixed-use dengan fungsi lain. Namun, fungsi pasar bersihnya tidak akan hilang dan akan terintegrasi dengan bangunan lainnya,” kata Jenal.
Perencanaan pengembangan kawasan juga mencakup pembangunan skybridge atau jembatan penghubung yang diharapkan dapat mengintegrasikan gedung pasar dengan kawasan Kebun Raya Bogor.
Jenal menambahkan, setelah revitalisasi kawasan rampung, Perumda PPJ akan tetap memiliki peran langsung dalam pengelolaan pasar bersih. Sementara sejumlah fasilitas penunjang lainnya akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga.
“Mengenai skema pengelolaan kawasan setelah revitalisasi rampung, Perumda PPJ akan mengelola langsung area pasar bersih. Sementara untuk fasilitas penunjang lainnya akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga,” pungkas Jenal.
(Erk)





