BERITA1BOGOR.COM – Anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi PAN, Hakanna, menemui keluarga Bayu Zulkarnaen (36), ASN pada Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kota Bogor, pada Sabtu (15/8/2026).
Kedatangan Hakanna untuk menyampaikan keprihatinan sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga Bayu yang tengah menghadapi musibah. Dalam kunjungannya, Hakanna hadir bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor beserta jajaran.
“Tadi saya dengan Pak Sekda beserta jajaran ke rumah keluarga, kita menengok. Memang dalam keadaan keluarga juga drop dan mudah-mudahan kita doakan keluarga juga diberikan ketabahan,” ujar Hakanna.
Selain memberikan dukungan moril, Hakanna turut menyerahkan bantuan kepada keluarga Bayu untuk meringankan beban selama proses pencarian masih berlangsung.
Hakanna juga mendorong pemerintah dan pihak terkait untuk memberikan dukungan secara moril maupun bantuan yang dibutuhkan keluarga. Menurutnya, perhatian terhadap keluarga sangat penting di tengah situasi yang berat tersebut.
“Kita juga harus memberikan perhatian kepada keluarga korban. Mereka tentu dalam kondisi yang sangat berat dan membutuhkan dukungan. Saya berharap ada santunan atau bantuan yang dapat diberikan kepada keluarga, sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran pemerintah di tengah keluarga yang sedang mengalami musibah,” katanya.
Sementara itu, proses pencarian Bayu yang telah memasuki hari ketiga masih dilakukan oleh Tim SAR Gabungan. Hakanna berharap upaya pencarian tersebut segera membuahkan hasil dan Bayu dapat ditemukan.
“Karena ini sudah masuk di hari ketiga. Harapan saya korban dapat ditemukan,” ucapnya.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, yang mendatangi lokasi pencarian pada Jumat (14/8/2026), mengatakan bahwa apabila pencarian belum membuahkan hasil, keluarga Bayu berencana membuat laporan orang hilang ke Polresta Bogor Kota. Laporan tersebut nantinya dapat ditindaklanjuti oleh pihak Reskrim.
“Kita belum tahu kondisi hari ini yang bersangkutan. Ini masih teka-teki, tidak ada saksi langsung yang melihat yang bersangkutan jatuh ke sungai, jadi hanya motor yang tergeletak di ujung jembatan sehingga kami butuh informasi tambahan,” ujar Jenal.
“Kalau memang hasilnya buntu dan hari ini sudah hampir 30 jam lebih total pencarian, mungkin pihak keluarga akan membuat laporan ke pihak Polresta Bogor Kota untuk ditindaklanjuti oleh pihak Reskrim,” lanjutnya.
Diberitakan sebelumnya, Bayu Zulkarnaen diduga jatuh dan terbawa arus Sungai Cisadane di wilayah perbatasan Kelurahan Cipaku dan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, pada Kamis (13/8/2026) malam.
Berdasarkan rekaman kamera CCTV Kelurahan Cipaku, Bayu yang mengendarai sepeda motor terlihat berbelok ke arah jembatan pada pukul 17.52 WIB. Selang beberapa menit kemudian, sekitar pukul 18.45 WIB, warga yang hendak melintas mendapati sepeda motor Bayu tergeletak di ujung jembatan.
Hingga Sabtu (15/8/2026), Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian dengan menyisir sejumlah titik yang diduga memiliki kedalaman serta sedongan atau celukan. Tim juga melakukan penyisiran melalui air dengan berjalan kaki.
Penyisiran dilakukan dalam radius sekitar 10 meter dari titik-titik pencarian dan diperluas hingga 300-400 meter dari titik awal pencarian.
(Erk)





