BERITA1BOGOR.COM – Helaran Pajajaran menjadi salah satu magnet utama perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544. Ribuan warga memadati kawasan Jalan Jenderal Sudirman hingga panggung utama untuk menyaksikan parade budaya yang tidak hanya menyuguhkan pertunjukan seni, tetapi juga membawa berkah bagi para pedagang.
Helaran dibuka dengan pertunjukan drama tari Sasakala yang dibawakan D’Danze Project bertajuk Bogor Purwakala Jaya Dikjaya. Sejak sore, masyarakat telah memenuhi sepanjang jalur helaran untuk menyaksikan atraksi para peserta yang menampilkan kekayaan budaya dan sejarah Bogor.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama Ketua TP PKK Kota Bogor Yantie Rachim serta Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin dan Novia Handayani turut menyapa masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Helaran Pajajaran kali ini menghadirkan konsep baru. Selain parade di jalan, masyarakat dapat menikmati pertunjukan dari panggung utama yang lebih luas. Panitia juga menyediakan layar lebar di sejumlah titik sehingga pengunjung tetap bisa menyaksikan seluruh rangkaian acara meski berada jauh dari panggung.
Dedie mengatakan konsep tersebut akan menjadi format baru dalam penyelenggaraan Helaran Pajajaran pada tahun-tahun mendatang.
“Setelah merenovasi Cungkup Prasasti Batutulis, kemudian hadirnya Museum Pajajaran yang sudah disiapkan, dilanjutkan dengan konsep baru Helaran Pajajaran. Kita ingin masyarakat semakin memahami asal usul Kota Bogor yang telah berusia 544 tahun,” ujarnya.
Menurut Dedie, pembangunan kota tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus dibarengi dengan pelestarian sejarah dan budaya sebagai identitas masyarakat Bogor.
“Unsur sejarah yang ditampilkan dalam Helaran Pajajaran menjadi bagian dari upaya memperkuat karakter masyarakat. Membangun kota juga berarti membangun peradaban, budaya, dan semangat gotong royong,” katanya.
Konsep baru tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Salah seorang pengunjung, Nadin (19), mengaku lebih nyaman menikmati pertunjukan karena area panggung lebih luas dan adanya layar lebar membuat seluruh pengunjung tetap bisa mengikuti jalannya acara.
“Tahun ini lebih enak ditonton. Yang tidak bisa mendekat ke panggung tetap bisa melihat lewat layar lebar. Semoga setiap tahun ada inovasi baru,” ujarnya.
Tak hanya menjadi hiburan, Helaran Pajajaran juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha kecil. Sejumlah pedagang mengaku mengalami peningkatan penjualan selama acara berlangsung.
Ujang (55), penjual bacang yang mulai berjualan sejak pukul 19.00 WIB, mengaku seluruh dagangannya ludes dibeli pengunjung.
“Alhamdulillah habis semua. Saya jualan sambil nonton juga. Bacang paling cepat habis, tinggal kacangnya sedikit lagi,” katanya.
Peningkatan penjualan juga dirasakan pedagang minuman dan kuliner lainnya yang memanfaatkan ramainya pengunjung pada perayaan HJB ke-544.
Melalui Helaran Pajajaran, Pemerintah Kota Bogor tidak hanya menghadirkan hiburan budaya, tetapi juga berupaya memperkuat identitas sejarah Kota Bogor sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat melalui event yang menjadi agenda tahunan tersebut.
(Erk)





