google.com, pub-5346884408791712, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Hadirkan Mus Mujiono hingga Ermy Kullit, Konser ‘Buitenjazz Meet The Legends’ Sukses Pukau Lintas Generasi di Bogor

Buitenjazz Meet The Legends

BERITA1BOGOR.COMMusik jazz legendaris menggema di Kota Hujan. Konser bertajuk “Buitenjazz Meet The Legends” sukses digelar di Grand Ballroom Puri Begawan, Kota Bogor pada Sabtu malam (20/6/2026). Mengusung tema An Intimate Jazz Rendezvous, acara ini menyatukan para maestro jazz Indonesia seperti Ermy Kullit, Deddy Dhukun, dan Mus Mujiono dalam satu panggung.

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi dari ratusan penonton yang memadati ballroom sejak pukul 19.30 WIB. Menariknya, penikmat yang hadir malam itu tidak hanya berasal dari kalangan senior, melainkan juga dipenuhi oleh anak-anak muda penikmat musik masa kini.

Inisiator BuitenJazz, Nanang Yuswanto, mengungkapkan bahwa konser ini merupakan bentuk penghormatan nyata atas dedikasi luar biasa para musisi tersebut terhadap perkembangan musik jazz tanah air.

“Konsep ini sebenarnya adalah cara kita mengapresiasi para legenda. Kontribusi mereka buat musik jazz Indonesia itu sangat besar sekali,” ujar Nanang saat ditemui di lokasi acara.

Nanang mengaku sangat bahagia melihat keberagaman audiens yang hadir. Menurutnya, event ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal para pencipta dan penyanyi asli dari lagu-lagu legendaris yang sering mereka dengar.

“Hari ini terbukti lintas generasi dan lintas era semua berkumpul. Ada anak muda, ada juga yang seumuran mereka. Lagu-lagu mereka itu ‘kan lintas generasi. Kadang-kadang orang tahu lagunya, tapi tidak tahu siapa yang menyanyi. Nah, itu yang coba kita kenalkan,” tambahnya.

Kolaborasi apik dalam penyelenggaraan ini juga diinisiasi oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor. Ketua PHRI Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay, menjelaskan bahwa konser berskala besar ini sengaja dirancang untuk menarik wisatawan luar daerah agar berkunjung dan menghabiskan akhir pekan di Kota Bogor.

“Tujuannya mengajak orang datang ke Kota Bogor. Kita bikin malam hari supaya mereka bisa menginap di hotel, lalu besok paginya bisa lanjut kulineran,” jelas Yuno.

Yuno juga menegaskan, keberanian PHRI dan penyelenggara untuk mengeksekusi acara ini tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Kota Bogor, khususnya Ibu Wali Kota Bogor yang terus memberikan suntikan semangat.

Meski menyebut proyek ini masih bersifat pilot project dan memerlukan sosialisasi yang lebih masif ke depannya, Yuno optimistis dampaknya akan besar bagi industri perhotelan. “Teman-teman hotel sudah menyiapkan support berupa paket menginap yang di-bundling dengan harga kamar. Pasti (membangkitkan ekonomi), kami berharap ini bisa terus bergulir,” harapnya.

Apresiasi tinggi juga datang dari Ibu Wali Kota Bogor, Yantie Rachim, yang turut hadir menikmati jalannya konser hingga selesai pukul 22.00 WIB. Ia mengaku takjub dengan perkembangan BuitenJazz yang awalnya bermula dari panggung komunitas kecil.

“Keren banget, mengapresiasi ya untuk IO yang mengadakan acara hari ini. Sebetulnya Buitenzorg Jazz itu kan mulainya diawali di Kopi Wangsa, di satu kafe. Ternyata sekarang bisa bikin acara semeriah dan sebesar ini,” puji Yantie dengan rona bahagia.

Sepanjang konser, Yantie tampak ikut bernyanyi menikmati tembang-tembang hits lawas, termasuk lagu legendaris “Timor” yang dibawakan di atas panggung. Menurutnya, kehadiran para musisi legendaris ini sangat sukses membangkitkan memori masa lalu.

“Sangat membangkitkan memori zaman dulu. Lagunya dari awal sampai akhir itu lagu jadul yang bikin bernostalgia. Semoga ke depannya di Kota Bogor terus diadakan acara musik jazz seperti ini,” pungkasnya.

(Erk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *